Justin mulai terbiasa dengan sekolah SMA16. Diapun mulai ramah dan bisa bergaul. Tapi dia belum bisa menahan emosinya.Dia juga mulai membiasakan diri untuk tidak merokok. Diapun juga menjadi sahabat Reynard yang pertama.
"Yo rey !" teriak Justin sok akrab.
"Heh ?" sahut Rey balik.
"Lo lagi ngapain ? Serius banget ! Boleh bantu ? Kalo bisa..." tanya Justin.
"Kompetisi... tentang sejarah..." jawab Rey balik yang tetap melihat ke lembar kerjaannya.
"Ohhh.. berarti gue gak bisa bantu ! Sejarah si !" kata Justin santai.
"Gue ke kantin dolo ya ! Mau beli jus jeruk mbok Minah. Ternyata enak banget lho ! Nyesel gue pernah buat jahat ke dia... Cabzz dolo ya ! Moga - moga lo menang !" kata Justin yang berjalan ke luar kelas menuju kantin.
Ketika sampai di kantin, Justin melihat Shafira sedang di kerubutin 3 cewek kaka kelas. Sekilas, Justin melihat Shafira terlihat cantik. Tapi ketika dia ke luar kantin sambil membawa berkas - berkas yang banyak, dia baru tau itu hanya perasaanya.
"Woi !"
"Ehh.. Lo semua ngapain ke sini ?" tanya Justin yang di kagetkan oleh Ken, Dhihan, Arief. Mereka bertiga adalah geng The Fire, yang dipimpin oleh Ken.
"Suka - suka kita dong ! Namanya juga kantin.. siapa aja boleh masuk kecuali kaya gajah, monyet.. ya ga boleh. Kan habitatnya di Hutan.. kalo datengpun pasti nyasar.. he.. he.. he" bales Ken. Justin tidak menjawab karena sedang asik meminum jus jeruk buatan mbok Minah. "Boleh gabung gak ? Kok didiemin sih ?" tanya Arief. "Boleh - boleh aja" kata Justin singkat.
"Eh liat deh.. si Sandra cantik ya !" kata Dhihan memulai pembicaraan.
"Pinter lagi !" tambah Arief.
"Katanya dia juga menang kejuaraan bela diri se Jawa-Bali lho ! Hebat ya !" kata Ken yang juga ikut menambah kalimat Dhihan.
"Tapi, kalo semuanya serba bisa, ya kapan mau di manjain ya ?" kata Dhihan.
"Kapan aja boleh asal dianya mau" bales Ken.
"Sialan" bales Dhihan. Arief tertawa kecil.
"Mending juga Diana ! Udah baik, pinter lagi !" kata Arief.
"Kalo Gue Geby dong ! Cantik, ramah lagi ! Gak kalah deh sama Sandra !" kata Dhihan ikut - ikutan. Satu per satu semua menyebut kan cewek idolanya. Tetapi Justin tidak. Dia hanya minum jus jeruknya, lalu balik ke kelas.