Sebelum penguburan, Clarissa di doakan di gereja. Tommy duduk di paling belakang, tidak mau melakukan apapun selain menyesali dirinya. "Gue napa sih ! Gue selalu egois ! Bahkan gue pernah sakitin hati Clarissa ! Gue emang cowok gak guna !" teriak Tommy di dalam hatinya. Mama Clarissa menghampiri Tommy dengan tangisan. Dia duduk di sebelah Tommy. Sejenak mereka tidak bicara, tapi beberapa menit kemudian mereka mulai berbicara. "Dulu Clarissa suka banget jalan - jalan... apa lagi kalo pergi ke SMS sama orang yang dia sayangi ! Pada suatu hari, Clarissa batuk - batuk tanpa henti.. tante sudah mengajak dia ke rumah sakit tapi dia gak mau ngerepotin tante... Tante mangkanya sayang banget sama Clarissa.. tapi pada suatu hari jabatan saya diangkat jadi direktur, saya jadi orang yang mata duitan dan lupa sama sayang tante ke Clarissa" kata mama clarissa bercerita panjang lebar. "Tante, apakah Clarissa suka warna putih ?" tanya Tommy. "Tidak sama sekali ! Itu sebenarnya yang suka warna putih itu tante... sejak tante pergi ke luar negeri, dia mencoba untuk menyukai warna itu sehingga dia merasakan kehadiran tante di dekatnya" jawab mama Clarissa.
Akhirnya Tommy kembali ke rumahnya. Di perjalanan pulang, dia melihat Lisha yang sedang berjalan . "Heh ! Monyet !" teriak Tommy. "Apaan sih lo ! Setiap hari ribut aja !" balas Lisha. "Hehehe.. lo ngapain jalan ?" tanya Tommy. "Mau pulang ! Lo ?" tanya Lisha. "Pulang juga ! Mau gue ater gak ?" tanya Tommy. "Ogah gue pulang dianter sama orang idiot kayak lo !" jawab Lisha mentah - mentah. "Ya udah ! Terserah lo ! Di mobil dingin, gak bakalan capek, nyampe ketempat tujuan gak ada keringet lho !" goda Tommy. "Ya udahlah ! Terserah lo !" jawab Lisha pasrah. "Tuh kan ! Semua orang kalo di goda gue pasti nurut ! Hahaha.." kata Tommy dengan rasa bangga.
Akhirnya, mereka sampai di rumah Lisha. "Ini rumah lo ? Gila gede banget ! Jauh lebih gede dari rumah gue ! Penjaganya aja ketat banget !" kata Tommy terkagum - kagum. "Iy dong ! Bokap gue kan Professor terkenal !" kata Lisha menyombongkan diri. "Ohh... ya udah sana ! Mau keluar atau gak ?" tanya Tommy yang seperti terburu - buru. "Keluar lah ! Gue lagian udah gak tahan sama mobil sumpek kayak punya lo !" bales Lisha. Lishapun keluar dari mobil Tommy. "Gue pulang dolo !" jawab Tommy. Tommy selalu tidak lupa dengan sopannya. "Hah ! Sok alim !" kata Lisha. "Bukannya gitu... gue udah biasa kayak gitu ! Mau siapapun ! Binantang aja juga !" bales Tommy. "Woww.. ramah juga nih orang.. dihh.. kok gue jadi mikirin dia ya ! Orang idiot kayak gitu dipikirin ! Hii" kata Lisha dalam hatinya.Akhirnya Tommy pulang ke rumahnya.
Selesai ! Thx udh mau baca ! Tunggu chap 19 ya !
Sabtu, 29 Mei 2010
Kamis, 27 Mei 2010
Populer and the Princess - Chapter 17
Hari ini Tommy dan Clarissa makan siang bersama di Cafe Oh La La.
Clarissa batuk - batuk. "Clar, kamu gapapa kan ?" tanya Tommy cemas. "Uhukk.. Aku..Uhuk uhuk.. aku gapapa kok !" jawab Clarissa batuk - batuk. "Aku ke toilet dulu ya !" kata Clarissa yang berjalan cepat menuju toilet. Ketika di toilet, Clarissa batuk -batuk lagi. "Uhukk.." ketika tangannya di lihat, darah ada di tangannya. "Uhukk.. darah ?" kata Clarissa. Clarissa langsung mencuci tangannya. Ketika dia keluar, Tommy telah menunggu. "Kamu gapapa ?" tanya Tommy masih cemas. "Beneran kok ! Aku gapapa !" jawab Clarissa. "Kalo gitu aku anter pulang aja yah !" ajak Tommy. "Gak usah ! Aku bisa sendiri kok !" jawab Clarissa. "Beneran nih ? Kamu keliatan pucet banget loh !" kata Tommy. "Tenang aja ! Aku bisa sendiri !" jawab Clarissa meyakinkan Tommy.
"Clarissa kok pucet banget ya ? Apa Aku ikutin dia dari belakang aja ya ?" kata Tommy mencari akal untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Clarissa. "Aku ikutin aja deh !" kata Tommy yang siap menaiki mobil dan mengikuti Clarissa. Tommypun melihat Clarissa sedang berjalan lemah banget. *Brukk..* Clarissa terjatuh dan pingsan. Tommy langsung keluar dari mobil. "Clarissa !" teriak Tommy yang langsung membawa Clarissa ke mobil dan mengantar ke rumahnya. Tommypun melaju dengan kencang. Ketika sampai Dia mengendong Clarissa. "Tante ! Mbok !" teriak Tommy yang semakin cemas dengan keadaan Clarissa. *Cekless* Pintu terbuka. "Haduh ! Den.. Non Clarissa kenapa ?" tanya mbok cemas. "Tadi abis makan. Dia minta pulang sendiri, gak mau dianter ! Terus aku ikutin, tiba - tiba di jalan dia pingsan !" jawab Tommy. "Ya udah ! Ayu ! Bawa non Clarissa ke kamar !" kata mbok.
Setelah 2 hari, Akhirnya Clarissa bangun. "A..aku..aku dimana ?" tanya Clarissa yang masih belom sembuh total. "Kamu di rumah sayang" jawab seorang wanita. "Ma.. mama !" teriak Clarissa kegirangan. "Tommy mana ma ?" tanya Clarissa. "Dia gak pulang - pulang ! Dia tidur di sofa. "Apaa.. ?" teriak Clarissa kaget. Clarissa langsung beranjak dari ranjang dan turun untuk melihat Tommy. "Tom..mm.." kata Clarissa tak bisa berkata - berkata. Ternyata Tommy sedang membuat makan pagi untuk mereka semua termasuk mbok. "Hihi.."kata Tommy penuh dengan senyuman. "Mm.. makasih ya Tom !" kata Clarissa. "Makan dulu gih !" kata Tommy. Tapi tiba - tiba Clarissa batuk - batuk lagi. "Uhukk.. uhukk.." "Clar kamu gapapa ?" "Eng..enggak ! Aku gapa" tiba - tiba Clarissa pingsan lagi. "Tante !" teriak Tommy. Mama Clarissa segera turun. "Clarissa ! Kamu kenapa ?" tanya mama Clarissa dengan cemas dan kaget. "Kita mesti bawa ke rumah sakit segera !" kata Tommy. Tommy dan mama Clarissa membawa Clarissa ke rumah sakit Citra Kesehatan Sejati.
Ketika Dokter kelaur dari hasil ceknya, dokter, Tommy dan mamanya Clarissa berbincang sedikit. "Dok ! Clarissa gimana ? Dia sehat kan ?" tanya Tommy sangat cemas. "Emm.. ada ibunya Clarissa ?" tanya Dokternya yang tidak menjawab pertanyaan Tommy. "Aku ! Aku ibunya !" jawab mamanya Clarissa. "Bisa kita bicara berdua saja ?" tanya Dokternya. Tommy melihat dari kejauhan, mama Clarissa mulai menangis. Ketika mama Clarissa mendekat ke Tommy, Tommy bertanya - tanya. "Tante, Clarissa kenapa ? Kok tante nangis ?" tanya Tommy. "Tapi kamu janji kan gak bakal kasih tau ke Clarissa dan teman - temanmu ?" tanya mama Clarissa yang tersedak - sedak. Tommy menganguk dengan pelan. "Waktu.. waktu Clarissa udah.. udah gak lama lagi.."tangis mama Clarissa. "Apa ? Kok bisa ?" tanya Tommy shock. "Clarissa ternyata diam - diam tidak.. tidak memberitahu kalau dia punya penyakit kanker paru - paru.."jawab mama Clarissa. "Kenapa semua haru terjadi pada Clarissa Tuhan ? Dia tidak pernah buat kesalahan !" kata Tommy yang kecewa.
Ketika Tommy dan mamanya ada di dalam ICU, Clarissa akhirnya sadar. "Clarissa ! Clarissa kamu gapapa kan ?" tanya Tommy. "Aku udah gak bisa lama - lama lagi.. ma, Tom, maap ya kalo aku jaga rahasia tentang penyakitku ! Aku gak mau bebanin Tommy dan mama yang selalu dukung aku dan memberi aku yang terbaik ! Tommy ini mungkin..." kata - kata Clarissa terputus karena batuknya. Tommy tersedak. "Tom ! Kamu kan cowok ! Kok nangis sih !" kata Clarissa. "Enggak kok ! Siapa yang nangis !" jawab Tommy yang mengusap - usap matanya. "Uhukk.. uhukk.." batuk Clarissa.Clarissa melihat di tanganya ada darah. "Mah, Tom aku mau bilang ke kalian aku sayang banget sama kalian.. Tom ini ! Aku kasih buat kamu ! Bacanya jgn sekarang ya !" kata Clarissa yang menglurkan tangannya ke Tommy. Tommy mengambilnya. "Ma..ma..Tommy.. Selemat tinggal.."kata - kata terakhir Clarissa di keluarkan....
Chapter 17 selesai ! Tunggu chap 18 ya !
Clarissa batuk - batuk. "Clar, kamu gapapa kan ?" tanya Tommy cemas. "Uhukk.. Aku..Uhuk uhuk.. aku gapapa kok !" jawab Clarissa batuk - batuk. "Aku ke toilet dulu ya !" kata Clarissa yang berjalan cepat menuju toilet. Ketika di toilet, Clarissa batuk -batuk lagi. "Uhukk.." ketika tangannya di lihat, darah ada di tangannya. "Uhukk.. darah ?" kata Clarissa. Clarissa langsung mencuci tangannya. Ketika dia keluar, Tommy telah menunggu. "Kamu gapapa ?" tanya Tommy masih cemas. "Beneran kok ! Aku gapapa !" jawab Clarissa. "Kalo gitu aku anter pulang aja yah !" ajak Tommy. "Gak usah ! Aku bisa sendiri kok !" jawab Clarissa. "Beneran nih ? Kamu keliatan pucet banget loh !" kata Tommy. "Tenang aja ! Aku bisa sendiri !" jawab Clarissa meyakinkan Tommy.
"Clarissa kok pucet banget ya ? Apa Aku ikutin dia dari belakang aja ya ?" kata Tommy mencari akal untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Clarissa. "Aku ikutin aja deh !" kata Tommy yang siap menaiki mobil dan mengikuti Clarissa. Tommypun melihat Clarissa sedang berjalan lemah banget. *Brukk..* Clarissa terjatuh dan pingsan. Tommy langsung keluar dari mobil. "Clarissa !" teriak Tommy yang langsung membawa Clarissa ke mobil dan mengantar ke rumahnya. Tommypun melaju dengan kencang. Ketika sampai Dia mengendong Clarissa. "Tante ! Mbok !" teriak Tommy yang semakin cemas dengan keadaan Clarissa. *Cekless* Pintu terbuka. "Haduh ! Den.. Non Clarissa kenapa ?" tanya mbok cemas. "Tadi abis makan. Dia minta pulang sendiri, gak mau dianter ! Terus aku ikutin, tiba - tiba di jalan dia pingsan !" jawab Tommy. "Ya udah ! Ayu ! Bawa non Clarissa ke kamar !" kata mbok.
Setelah 2 hari, Akhirnya Clarissa bangun. "A..aku..aku dimana ?" tanya Clarissa yang masih belom sembuh total. "Kamu di rumah sayang" jawab seorang wanita. "Ma.. mama !" teriak Clarissa kegirangan. "Tommy mana ma ?" tanya Clarissa. "Dia gak pulang - pulang ! Dia tidur di sofa. "Apaa.. ?" teriak Clarissa kaget. Clarissa langsung beranjak dari ranjang dan turun untuk melihat Tommy. "Tom..mm.." kata Clarissa tak bisa berkata - berkata. Ternyata Tommy sedang membuat makan pagi untuk mereka semua termasuk mbok. "Hihi.."kata Tommy penuh dengan senyuman. "Mm.. makasih ya Tom !" kata Clarissa. "Makan dulu gih !" kata Tommy. Tapi tiba - tiba Clarissa batuk - batuk lagi. "Uhukk.. uhukk.." "Clar kamu gapapa ?" "Eng..enggak ! Aku gapa" tiba - tiba Clarissa pingsan lagi. "Tante !" teriak Tommy. Mama Clarissa segera turun. "Clarissa ! Kamu kenapa ?" tanya mama Clarissa dengan cemas dan kaget. "Kita mesti bawa ke rumah sakit segera !" kata Tommy. Tommy dan mama Clarissa membawa Clarissa ke rumah sakit Citra Kesehatan Sejati.
Ketika Dokter kelaur dari hasil ceknya, dokter, Tommy dan mamanya Clarissa berbincang sedikit. "Dok ! Clarissa gimana ? Dia sehat kan ?" tanya Tommy sangat cemas. "Emm.. ada ibunya Clarissa ?" tanya Dokternya yang tidak menjawab pertanyaan Tommy. "Aku ! Aku ibunya !" jawab mamanya Clarissa. "Bisa kita bicara berdua saja ?" tanya Dokternya. Tommy melihat dari kejauhan, mama Clarissa mulai menangis. Ketika mama Clarissa mendekat ke Tommy, Tommy bertanya - tanya. "Tante, Clarissa kenapa ? Kok tante nangis ?" tanya Tommy. "Tapi kamu janji kan gak bakal kasih tau ke Clarissa dan teman - temanmu ?" tanya mama Clarissa yang tersedak - sedak. Tommy menganguk dengan pelan. "Waktu.. waktu Clarissa udah.. udah gak lama lagi.."tangis mama Clarissa. "Apa ? Kok bisa ?" tanya Tommy shock. "Clarissa ternyata diam - diam tidak.. tidak memberitahu kalau dia punya penyakit kanker paru - paru.."jawab mama Clarissa. "Kenapa semua haru terjadi pada Clarissa Tuhan ? Dia tidak pernah buat kesalahan !" kata Tommy yang kecewa.
Ketika Tommy dan mamanya ada di dalam ICU, Clarissa akhirnya sadar. "Clarissa ! Clarissa kamu gapapa kan ?" tanya Tommy. "Aku udah gak bisa lama - lama lagi.. ma, Tom, maap ya kalo aku jaga rahasia tentang penyakitku ! Aku gak mau bebanin Tommy dan mama yang selalu dukung aku dan memberi aku yang terbaik ! Tommy ini mungkin..." kata - kata Clarissa terputus karena batuknya. Tommy tersedak. "Tom ! Kamu kan cowok ! Kok nangis sih !" kata Clarissa. "Enggak kok ! Siapa yang nangis !" jawab Tommy yang mengusap - usap matanya. "Uhukk.. uhukk.." batuk Clarissa.Clarissa melihat di tanganya ada darah. "Mah, Tom aku mau bilang ke kalian aku sayang banget sama kalian.. Tom ini ! Aku kasih buat kamu ! Bacanya jgn sekarang ya !" kata Clarissa yang menglurkan tangannya ke Tommy. Tommy mengambilnya. "Ma..ma..Tommy.. Selemat tinggal.."kata - kata terakhir Clarissa di keluarkan....
Chapter 17 selesai ! Tunggu chap 18 ya !
Selasa, 25 Mei 2010
Thx Udh Ksh Vote Amazing !!
Gw seneng banget ! Chapter gw dapet voting rata - rata AMAZING ! Thx ya para Abrisejati ! (Nama bagi yang suka baca cerita gw)
Senin, 24 Mei 2010
Populer and the Princess - Chapter 16
Clarissa dan Lisha memang temen yang dekat. Mereka dikenal orang sebagai orang yang suka bikin orang KB (kalah bacot). Ketika Clarissa dan Tommy jalan - jalan di mall, mereka bertemu Lisha.
"Hi lisha !" kata Clarissa yang langsung menghampiri Lisha dan memeluknya. "Clar - Clar ! Kayak gak pernah ketemu aja ! Sampe harus pelukan !" kata Lisha tersenyum. Tommy hanya tertawa. "Heh lo !" kata Lisha. "Apaan sih ?" kata Tommy. "Lo ngejek guekan ?" tanya Lisha. "Dih ! Ngapain coba gue ngejek lo ! Gr banget sih !" kata Tommy. " Udah dong ! Jangan berantem !" kata Clarissa. "Bener juga ya Clar ! Ngapain coba gue berantem sama cowok yang beraninya sama cewek !" kata Lisha buang muka. Tommypun juga ikut buang muka. "Saling minta maaf dong !" kata Clarissa yang menjadi peace maker. Tommy dan Lisha mengulurkan tangannya sedikit demi sedikit. Akhirnya mereka saling minta maaf. "Maap" kata Lisha. "Gue juga maap" kata Tommy. "Gitu dong ! Itu baru pacarku and temanku !" kata Clarissa senang. "Hah ? Lo pacaran sama orang banci ?" kata Lisha shock. "Ehh ! Jangan ngomong gitu dong ! Tadi kan udah minta maaf !" kata Clarissa yang mulai ketawa.
Akhirnya mereka makan di bengawan solo. Setelah itu Tommy dan Clarissa pisah dengan Lisha. Lisha pergi ke Gramedia, sedangkan Tommy menemani Clarissa ke naughty plus. "Tom, kamu pilih yang mana ?'" kata Clarissa memperlihatkan dua pasang gantungan hp. "Yang cowok sama cewek itu !" kata Tommy. "Aku udah yakin kamu pasti pilih yang ini !" kata Clarissa yang menuju ke kasir. "Oke ! Aku ambil yang cowok, kamu ambil yang cewek ! Jadi kita bisa saling inget kalo ada gantungan itu !" kata Clarissa. Mereka akhirnya pulang.
Ketika Tommy sedang dalam perjalanan untuk nge-band, Tommy melihat Lisha sedang main basket di suatu rumah. "Lho ! Itu kan Lisha ! Aha ! Gue kerjain ahh !" kata Tommy yang sambil mematikan mobilnya. *Duk* sebuah lemparan batu mengenai kaki kiri Lisha. "Auu ! Sakit ! Heh, pengecut ! Beraninya sama cewek !" kata Lisha yang sudah yakin kalau cowok yang melempar batunya. Suara tawa terdengar, dan tiba - tiba Tommy menunjukan diri. "Hahaha ! Tuh balesan buat pukulan lo !" kata Tommy. "Lo tuh rese banget sih !" kata Lisha kesel. "Abisnya.. jailin lo seru banget ! Hahaha.."kata Tommy yang masih tertawa. "Iihhh !" kata Lisha kesel. Ini baru pertama kalinya Lisha KB. "KB niehh ! Haha" kata Tommy. Muka Lisha mulai marah. "Yee.. jangan marah !" kata Tommy. Lisha mulai mendekat ke Tommy. Tommy pun segera masuk ke mobil dan pergi. "Woo ! Sama cewek aja takut ! Apa lagi sama Waria ! Hahaha" kata Lisha tertawa.
Akhirnya libur kenaikan kelas ! Di hari terakhir, banyak siswa dan siswi pergi ke gym untuk melihat pertunjukan Basket antara sekolah Tommy dengan sekolah Mars Harapan. Tidak ketinggalan pertandingan basket perempuan. Tommy kali ini tidak ikut, karena sehari sebelum tanding, Tommy cedera tangan. Tommy akhirnya diganti oleh Glen. Tidak terasa, score sekarang sekolah Tommy dan sekolah Mars Harapan 40 - 45. Mars Harapan memang rival basket sekolah Tommy. Sekolah Mars Harapan dan Sekolah Tommy selalu bergantian menang. *Prriittt* suara peluit dibunyikan. Babak pertama selesai. Setelah 5 menit lewat, babak kedua dimulai. Kody dihadang musuh, Nicholas yang memegang bola, mengoper ke arah Glen. Nicholas da Glen melakukan operan zic -zac. Operan terahkir di pegang oleh Nicholas. Nicholas melakukan 3 - points. Score ! Sekarang musuh memegang bolanya. Tapi tiba- tiba di ambil oleh Glen dengan mudah. Musuh - musuh dilewati oleh Glen dengan gampang, tapi yang terakhir bolanya diambil oleh musuh yang berbadan besar. Dia dijuluki sebagai benteng ring. Orang itu melempar keras ke bagian ring sekolah Tommy. Musuh yang ada di dekat ring melakukan dunk tapi di ambil oleh Fendy. Fendypun mengoper ke Reza. Reza sudah hampir dekat ke ring musuh, tapi dihadang oleh si benteng ring. Dia pun mengoper Nicholas lewat bawah si benteng ring. Waktu pun tinggal 8 detik. Nicholas langsung melakukan 3 - points lagi. *4, 3, 2, 1* SCORE !! *0* Sekolah Tommy akhirnya menang lagi. Tommypun berjalan terpincang - pincang menghampiri Glen dan melakukan Hi - 5 !
Selesai ! Tunggu chapter 17 ya !
"Hi lisha !" kata Clarissa yang langsung menghampiri Lisha dan memeluknya. "Clar - Clar ! Kayak gak pernah ketemu aja ! Sampe harus pelukan !" kata Lisha tersenyum. Tommy hanya tertawa. "Heh lo !" kata Lisha. "Apaan sih ?" kata Tommy. "Lo ngejek guekan ?" tanya Lisha. "Dih ! Ngapain coba gue ngejek lo ! Gr banget sih !" kata Tommy. " Udah dong ! Jangan berantem !" kata Clarissa. "Bener juga ya Clar ! Ngapain coba gue berantem sama cowok yang beraninya sama cewek !" kata Lisha buang muka. Tommypun juga ikut buang muka. "Saling minta maaf dong !" kata Clarissa yang menjadi peace maker. Tommy dan Lisha mengulurkan tangannya sedikit demi sedikit. Akhirnya mereka saling minta maaf. "Maap" kata Lisha. "Gue juga maap" kata Tommy. "Gitu dong ! Itu baru pacarku and temanku !" kata Clarissa senang. "Hah ? Lo pacaran sama orang banci ?" kata Lisha shock. "Ehh ! Jangan ngomong gitu dong ! Tadi kan udah minta maaf !" kata Clarissa yang mulai ketawa.
Akhirnya mereka makan di bengawan solo. Setelah itu Tommy dan Clarissa pisah dengan Lisha. Lisha pergi ke Gramedia, sedangkan Tommy menemani Clarissa ke naughty plus. "Tom, kamu pilih yang mana ?'" kata Clarissa memperlihatkan dua pasang gantungan hp. "Yang cowok sama cewek itu !" kata Tommy. "Aku udah yakin kamu pasti pilih yang ini !" kata Clarissa yang menuju ke kasir. "Oke ! Aku ambil yang cowok, kamu ambil yang cewek ! Jadi kita bisa saling inget kalo ada gantungan itu !" kata Clarissa. Mereka akhirnya pulang.
Ketika Tommy sedang dalam perjalanan untuk nge-band, Tommy melihat Lisha sedang main basket di suatu rumah. "Lho ! Itu kan Lisha ! Aha ! Gue kerjain ahh !" kata Tommy yang sambil mematikan mobilnya. *Duk* sebuah lemparan batu mengenai kaki kiri Lisha. "Auu ! Sakit ! Heh, pengecut ! Beraninya sama cewek !" kata Lisha yang sudah yakin kalau cowok yang melempar batunya. Suara tawa terdengar, dan tiba - tiba Tommy menunjukan diri. "Hahaha ! Tuh balesan buat pukulan lo !" kata Tommy. "Lo tuh rese banget sih !" kata Lisha kesel. "Abisnya.. jailin lo seru banget ! Hahaha.."kata Tommy yang masih tertawa. "Iihhh !" kata Lisha kesel. Ini baru pertama kalinya Lisha KB. "KB niehh ! Haha" kata Tommy. Muka Lisha mulai marah. "Yee.. jangan marah !" kata Tommy. Lisha mulai mendekat ke Tommy. Tommy pun segera masuk ke mobil dan pergi. "Woo ! Sama cewek aja takut ! Apa lagi sama Waria ! Hahaha" kata Lisha tertawa.
Akhirnya libur kenaikan kelas ! Di hari terakhir, banyak siswa dan siswi pergi ke gym untuk melihat pertunjukan Basket antara sekolah Tommy dengan sekolah Mars Harapan. Tidak ketinggalan pertandingan basket perempuan. Tommy kali ini tidak ikut, karena sehari sebelum tanding, Tommy cedera tangan. Tommy akhirnya diganti oleh Glen. Tidak terasa, score sekarang sekolah Tommy dan sekolah Mars Harapan 40 - 45. Mars Harapan memang rival basket sekolah Tommy. Sekolah Mars Harapan dan Sekolah Tommy selalu bergantian menang. *Prriittt* suara peluit dibunyikan. Babak pertama selesai. Setelah 5 menit lewat, babak kedua dimulai. Kody dihadang musuh, Nicholas yang memegang bola, mengoper ke arah Glen. Nicholas da Glen melakukan operan zic -zac. Operan terahkir di pegang oleh Nicholas. Nicholas melakukan 3 - points. Score ! Sekarang musuh memegang bolanya. Tapi tiba- tiba di ambil oleh Glen dengan mudah. Musuh - musuh dilewati oleh Glen dengan gampang, tapi yang terakhir bolanya diambil oleh musuh yang berbadan besar. Dia dijuluki sebagai benteng ring. Orang itu melempar keras ke bagian ring sekolah Tommy. Musuh yang ada di dekat ring melakukan dunk tapi di ambil oleh Fendy. Fendypun mengoper ke Reza. Reza sudah hampir dekat ke ring musuh, tapi dihadang oleh si benteng ring. Dia pun mengoper Nicholas lewat bawah si benteng ring. Waktu pun tinggal 8 detik. Nicholas langsung melakukan 3 - points lagi. *4, 3, 2, 1* SCORE !! *0* Sekolah Tommy akhirnya menang lagi. Tommypun berjalan terpincang - pincang menghampiri Glen dan melakukan Hi - 5 !
Selesai ! Tunggu chapter 17 ya !
Langganan:
Postingan (Atom)