Score ! Perempuan itu berulang kali memasukan bola basket ke ring. Ketika extra selesai, Tommy berbicara dengan perempuan itu.
"Woi ! Lo kemaren yang mukul gue kenceng banget kan ? Gue mau tanding basket 1 on 1 ! Gue ingin liat ! Captain basket cewek sekuat apa !" kata Tommy. "Hah ! Banyak ngomongnya lo ! Udah mulai !" kata perempuan itu dengan tidak mikir panjang. Tommy mulai mendekat ke ring, tapi perempuan itu menghadang dengan baik. Tapi Tommy langsung melompat dan membuat Score !
Waktu terus berlanjut dan sekarang kedudukannya 20 - 5. "Captain apaan nih ! Masa cuma score 2 kali !" kata Tommy mengejek. "Ayo lagi !" kata perempuan itu tidak mau kalah. Dan akhienya yang menang tetap Tommy. "Hah ! Kalo kayak gini kapan mau bisa jago ! Tadi gue perhatiin lo jaganya masih lengah !" kata Tommy sebal. "Heh ! Kok jadi lo yang sewot !" kata Perempuan itu. "Hahaha ! Gue cuma bercanda ! Lo jago kok ! Cuma lo mesti belajar lebih giat !" kata Tommy berbohong. "Heh sialan lo !" kata perempuan itu. "Gue Tommy" kata Tommy memperkenalkan diri. "Lisha" juga memperkenalkan diri. Akhirnya, Tommy balik ke rumahnya.
"Duhh ! Bosen banget ! Gak ada kerjaan !" kata Tommy bosen. Tiba 2x kamar Tommy diketok. "Keliatanya banyak yang dateng" kata Tommy sambil berjalan ke pintu. Pintupun terbuka.. ternyata cuma Irwan seorang. Tapi tiba - tiba keluar lah 2 orang lagi yaitu Glen dan Clarissa. "Ngapain lo semua disini ? Jangan cari ribut disini !" kata Tommy mulai marah lagi. "Tom, gue di sini sama Glen and Clarissa mau jelasin masalah waktu itu !" kata Irwan menjelaskan. Semuanya Akhirnya diperbolehkan masuk. Semua duduk di lantai.
"Nahh.. kalo mau jelasin, jelasin sekarang sebelum gue tidur !" kata Tommy cuek. "Mulai dari lo Wan !" kata Tommy. "Gini, kan katanya Glen, lo sama dia ketemu di jalan waktu lagi jalan - jalan sama anjingmu kan ? Waktu itu yang Glen ceritain itu cuma dia gak sengaja nabrak Clarissa ! Soalnya Glen lagi cari kartu flazz di dompet tapi gak ketemu !" kata Irwan memulai pembicaraan. "Lo sekarang !" kata Tommy menunjuk Glen tanpa melihat Glen. "Nah yang waktu di kantin itu Clarissa nyuruh gue ceritain tentang lo ! Terus kita ketemu di kantin ! Jadinya gue ceritain ! Tapi sumpeh gue gak apa - apain and gak ada perasaan apa - apa !" kata Glen dengan muka jujur. "Kamu sekarang Clar" kata Tommy mulai tidak marah. "Yang gue gak sengaja megang tangan Glen itu karena dia mau kasih fotomu tapi dia main - main !" kata Clarissa. "Ohhhh.."kata Tommy mulai sadar. "Gue kok bisa sampe marah ya ? Apa itu gue terlalu sayang sama lo ?" kata Tommy melihat ke muka Clarissa. Muka Clarissa memerah. Tommy langsung memeluk Clarissa dengan erat. "Cieee !" kata Glen dan Irwan serempak.
Selesai ! Tunggu chapter 16 ya ! Thx udah mau baca !
Jumat, 21 Mei 2010
Kamis, 20 Mei 2010
Populer and the Princess - Chapter 14
Karena perkelahian Tommy dengan Glen, mereka tidak bermain band untuk beberapa hari yang cukup banyak. Tommy membuka Laptopnya dengan membuka facebook. Clarissa sendang online.
Clarissa : Tom
Clarissa : Tommy !
Tommy : ?
Clarissa : Kemaren kmu slh paham !
Tommy : Gtu ya.
Clarissa : Waktu itu, Glen mau kasih tau ciri" lo !
Tommy : So wat !
Clarissa : Tommy !!!
Tommy has offline. Send a message
"Errgghh" kata Clarissa dengan kesel. Ketika di sekolah, seperti biasa, Tommy dikejar - kejar para fans. Ketika Tommy sudah menghilang dari pandangan para fans, Tommy tidak sengaja tertabrak seorang perempuan. "Heh ! Punya mata gak sih lo !" kata perempuan itu. "Yee ! Jangan marah !" kata Tommy meledek. BRAKK ! Sebuah pukulan fuijitsu mengenai Tommy. "Tuh kalo main - main sama cewek ! Lo pikir cewek lemah !" kata perempuan itu yang mendorong Tommy sampai jatuh ke lantai dan meninggalkan Tommy yang tergeletak di lantai. "Sialan ! Tuh cewek apa gajah ! Mukul keras banget !" kata Tommy sebel.
Tak terasa 2 bulan berlalu, berarti, ayah Tommy pulang ! Tommy bertemu ayahnya yang sedang baca koran di sofa. "Ayah !" kata Tommy senang. "Halo nak !" kata ayah Tommy. "Kamu bagaimana ? Sehat ? Udah punya pacar belum ?" kata Ayahnya yang mencoba untuk menggoda. "Tommy sehat - sehat aja kok... kalo masalah pacar, um, udah..." kata Tommy yang mukanya mulai berubah menjadi tidak enak dilihat. "Oh ya ? Siapa namanya ? Dia baik gak ?" kata ayahnya. "Iya kok yah ! Udah yah ! Lagi banyak kerjaan !" kata Tommy membentak. "Kok marah ya ? Padahal gak diapa - apain !" kata ayahnya dalam hati. Ayahnyapun duduk dan membaca koran lagi.
Selesai ! Maap pendek ! Tunngu chapter 15 ya !
Clarissa : Tom
Clarissa : Tommy !
Tommy : ?
Clarissa : Kemaren kmu slh paham !
Tommy : Gtu ya.
Clarissa : Waktu itu, Glen mau kasih tau ciri" lo !
Tommy : So wat !
Clarissa : Tommy !!!
Tommy has offline. Send a message
"Errgghh" kata Clarissa dengan kesel. Ketika di sekolah, seperti biasa, Tommy dikejar - kejar para fans. Ketika Tommy sudah menghilang dari pandangan para fans, Tommy tidak sengaja tertabrak seorang perempuan. "Heh ! Punya mata gak sih lo !" kata perempuan itu. "Yee ! Jangan marah !" kata Tommy meledek. BRAKK ! Sebuah pukulan fuijitsu mengenai Tommy. "Tuh kalo main - main sama cewek ! Lo pikir cewek lemah !" kata perempuan itu yang mendorong Tommy sampai jatuh ke lantai dan meninggalkan Tommy yang tergeletak di lantai. "Sialan ! Tuh cewek apa gajah ! Mukul keras banget !" kata Tommy sebel.
Tak terasa 2 bulan berlalu, berarti, ayah Tommy pulang ! Tommy bertemu ayahnya yang sedang baca koran di sofa. "Ayah !" kata Tommy senang. "Halo nak !" kata ayah Tommy. "Kamu bagaimana ? Sehat ? Udah punya pacar belum ?" kata Ayahnya yang mencoba untuk menggoda. "Tommy sehat - sehat aja kok... kalo masalah pacar, um, udah..." kata Tommy yang mukanya mulai berubah menjadi tidak enak dilihat. "Oh ya ? Siapa namanya ? Dia baik gak ?" kata ayahnya. "Iya kok yah ! Udah yah ! Lagi banyak kerjaan !" kata Tommy membentak. "Kok marah ya ? Padahal gak diapa - apain !" kata ayahnya dalam hati. Ayahnyapun duduk dan membaca koran lagi.
Selesai ! Maap pendek ! Tunngu chapter 15 ya !
Rabu, 19 Mei 2010
Speechless

Your love is magical, that's how I feel
But I have not the words here to explain
Gone is the grace for expressions of passion
But there are worlds and worlds of ways to explain
To tell you how I feel
But I am speechless, speechless
That's how you make me feel
Though I'm with you I am far away and nothing is for real
When I'm with you I am lost for words, I don't know what to say
My head's spinning like a carousel, so silently I pray
Helpless and hopeless, that's how I feel inside
Nothing's real, but all is possible if God is on my side
When I'm with you I am in the light where I cannot be found
It's as though I am standing in the place called Hallowed Ground
Speechless, speechless, that's how you make me feel
Though I'm with you I am far away and nothing is for real I'll go anywhere and do anything just to touch your face
There's no mountain high I cannot climb
I'm humbled in your grace
Though I'm with you I am lost for words and nothing is for real
Your love is magical, that's how I feel
But in your presence I am lost for words Words like, "I love you."
Populer and the Princess - Chapter 13
Setelah 5 hari, akhirnya mama Clarissa bisa balik ke rumah. "Mah ! Hati - hati dong !" kata Clarissa sambil membantu mamanya berjalan. "Enggak apa - apa kok !" kata mamanya dengan lembut. Ketika keluar dari rumah sakit, mobil merah BMW datang. Itu ternyata Tommy ! "Hi yang !" kata Clarissa dengan senyum. "Kamu pacaran sama Tommy ya ?" kata mama Clarissa dengan menggoda. "Emm.. iya !" kata Clarissa malu. "Naik mobilku aja Tan, Clar !" kata Tommy yang segera keluar dan membuka pintu buat mama Clarissa masuk. "Makasih ya Tom ! Jadi ngerepotin !" kata mama Clarissa dengan lembut. "Enggak kok tante ! " kata Tommy sambil mulai pergi ke rumah Clarissa. "Tante saya pulang dulu ya ! Yang aku pulang ya !" kata Tommy pamit. "Hati - Hati Tom !" "Bye yang !"
"Hahh ! Harus kerjain pr nih !" kata Tommy setelah mandi. 15 menit lewat. "Nah selesai juga !" kata Tommy bangga dengan dirinya. Tommy memang paling pinter pelajaran math. Dia selalu dapat nilai di atas 90. *Guk guk* suara anjing mengonggong dari luar kamar Tommy. Ternyata Moi, anjing Golden, masih 6 bulan. "Moi ! Makin lucu aja !" kata Tommy gemes pada Moi. "Jalan - jalan sekitar sini yuk !" kata Tommy sambil ganti pakaian dan memakai jaket. Ketika berjalan.. "Yo my man !" kata laki - laki itu. "OooOOo.... Glen !" kata Tommy sambil hi - five ke Glen. "Ehh.. tadi gue ngobrol sama Clarissa ! Gue kira dia kayak nenek lampir ! Sukanya marah ! Tapi makin lama dia baik juga ! Pantesan lo bisa suka dia ! Malahan pacaran ! Haha" kata Glen tertawa. "Oh ! Gue jalan dulu ya !" kata Tommy dengan muka yang tidak enak di lihat.
Keesokanya di sekolah Tommy melihat Glen dengan seorang perempuan. Ternyata Clarissa. Tommy langsung berjalan ke Glen dan menghajarnya. "Tommy ! Stop ! Jangan salah paham dulu !" kata Clarissa sambil menghentikan Tommy yang tidak hentinya menghajar Glen. Akhirnya Tommy stop."Dengerin gue dulu !" kata Clarissa. Semua yang ada di kantin melihat Tommy. "Apa lagi hah ? Kemaren lo sama dia ! Sekarang sama dia ! Udah lah ! Hubungan kita selesai !" Kata Tommy dengan nada kecewa. "Tom ! Dengerin penjelasan Clarissa dulu !" kata Glen menaruh tangan kirinya ke bahu Tommy. Tommy melepaskan tangan Glen dari bahunya. "Apa lagi ? Lo udah rebut cewe gue ! Lo mau ambil apa lagi hah ?" kata Tommy semakin marah. Tommypun akhirnya pergi dari kantin.
Akhirnya bel pulang berbunyi. "Tom !" panggil Glen. Tommy hanya menoleh ke arah Glen, tapi tidak bilang apa - apa seakan- akan mau menghajar Glen. "Hi Tom !" sapa Irwan. "Napa ?" kata Tommy masih dalam nada marah. Tommy berjalan keluar. Irwan menoleh ke arah Glen yang terpaku di dekat pintu, lalu berjalan ke Tommy. "Lo kenapa Tom ?" tanya Irwan. "Gak kenapa - kenapa kok !" kata Tommy berbohong dengan muka yang marah. "Jangan boong ! Gue kan temen lo !" kata Irwan mengetahui kalau Tommy berbohong. "Kenapa sih ? Gue udah bilang gak ada apa - apa ! Lo gak percaya ?"kata Tommy mulai marah lagi. "Per..percaya--" "Ya udah !" kata Tommy meninggalkan Irwan. Irwan gak bisa berkata - kata apa - apa karena takut kalau Tommy marah. Tommy kalau marah memang nyeremin. Lebih parah dari Clarissa. Tapi jarang marah. "Jangan datengin dia lah ! Mungkin mau sendiri" kata Irwan.
Selesai ! Thx udah mau baca !
"Hahh ! Harus kerjain pr nih !" kata Tommy setelah mandi. 15 menit lewat. "Nah selesai juga !" kata Tommy bangga dengan dirinya. Tommy memang paling pinter pelajaran math. Dia selalu dapat nilai di atas 90. *Guk guk* suara anjing mengonggong dari luar kamar Tommy. Ternyata Moi, anjing Golden, masih 6 bulan. "Moi ! Makin lucu aja !" kata Tommy gemes pada Moi. "Jalan - jalan sekitar sini yuk !" kata Tommy sambil ganti pakaian dan memakai jaket. Ketika berjalan.. "Yo my man !" kata laki - laki itu. "OooOOo.... Glen !" kata Tommy sambil hi - five ke Glen. "Ehh.. tadi gue ngobrol sama Clarissa ! Gue kira dia kayak nenek lampir ! Sukanya marah ! Tapi makin lama dia baik juga ! Pantesan lo bisa suka dia ! Malahan pacaran ! Haha" kata Glen tertawa. "Oh ! Gue jalan dulu ya !" kata Tommy dengan muka yang tidak enak di lihat.
Keesokanya di sekolah Tommy melihat Glen dengan seorang perempuan. Ternyata Clarissa. Tommy langsung berjalan ke Glen dan menghajarnya. "Tommy ! Stop ! Jangan salah paham dulu !" kata Clarissa sambil menghentikan Tommy yang tidak hentinya menghajar Glen. Akhirnya Tommy stop."Dengerin gue dulu !" kata Clarissa. Semua yang ada di kantin melihat Tommy. "Apa lagi hah ? Kemaren lo sama dia ! Sekarang sama dia ! Udah lah ! Hubungan kita selesai !" Kata Tommy dengan nada kecewa. "Tom ! Dengerin penjelasan Clarissa dulu !" kata Glen menaruh tangan kirinya ke bahu Tommy. Tommy melepaskan tangan Glen dari bahunya. "Apa lagi ? Lo udah rebut cewe gue ! Lo mau ambil apa lagi hah ?" kata Tommy semakin marah. Tommypun akhirnya pergi dari kantin.
Akhirnya bel pulang berbunyi. "Tom !" panggil Glen. Tommy hanya menoleh ke arah Glen, tapi tidak bilang apa - apa seakan- akan mau menghajar Glen. "Hi Tom !" sapa Irwan. "Napa ?" kata Tommy masih dalam nada marah. Tommy berjalan keluar. Irwan menoleh ke arah Glen yang terpaku di dekat pintu, lalu berjalan ke Tommy. "Lo kenapa Tom ?" tanya Irwan. "Gak kenapa - kenapa kok !" kata Tommy berbohong dengan muka yang marah. "Jangan boong ! Gue kan temen lo !" kata Irwan mengetahui kalau Tommy berbohong. "Kenapa sih ? Gue udah bilang gak ada apa - apa ! Lo gak percaya ?"kata Tommy mulai marah lagi. "Per..percaya--" "Ya udah !" kata Tommy meninggalkan Irwan. Irwan gak bisa berkata - kata apa - apa karena takut kalau Tommy marah. Tommy kalau marah memang nyeremin. Lebih parah dari Clarissa. Tapi jarang marah. "Jangan datengin dia lah ! Mungkin mau sendiri" kata Irwan.
Selesai ! Thx udah mau baca !
Maap sebesar 2x'a !
Maap gak nulis 2x lagi ! Lagi kehabisan akal dan belajar buat EHB ! Tapi lagi diusahain untuk buat chapter 13 ! Tunggu yaa !
Langganan:
Postingan (Atom)