Rabu, 03 November 2010

Cinta Sejati - Chapter 5

"AWWWW.."teriak Justin. Hari ini dia lagi di rumah, ya jelas lah, namanya juga hari libur. Minggu gitu. Biasalah, cowok tajir dan keren ini emang gila main gitar, jadi di kamar maen, gitar + nyanyi. 1 rumah bisa kedengeran dia main gitar. Udah gitar elektrik, harganya sekitar Rp.1.000.000,00 ! Poster - poster Slash (Pemain gitar elektrik legendaris) di kamarnya juga banyak. "Den, ada den Reynard di bawah." ketuk pak Ibnu dari luar kamar Justin. Pak Ibnu, sebenarnya supir sekaligus orang kepercayaan di rumah Justin. Tapi karena rumahnya seperti itu, bisa di bilang dia sebagai "pembantu". Gimana enggak, pintu rumah ada yang ngetuk, gak mau di buka sama Justin. Lebih tepatnya untuk Justin pemalas.
(Back to the Story..) Justin langsung stop main gitar, dan bergegas turun dari kamarnya yang terletak di atas. "Hey rey ! Whazzup ?" tanya Justin sambil ber hi-five dengan Reynard. Justin langsung tersadar. Dalam hati kecilnya bertanya"Kok dia bisa tau rumah gue ?". "Yap, gue tau dari Ken" jawab Reynard menebak apa yang Justin pikirkan. Kontan Justin menjawab "OHHHHH... lho !? Gak salah liat nih ? kok ada....." belum sempat bertanya Reynard langsung menjawab "Iya, ada Sandra. Dia pacar gue" jawab Reynard senyum. "Gue baru tembak dia kemaren Sore. Tau gak, lucunya, dia waktu itu juga mau nembak gue, tapi ya gitu, malu... jadi gue duluan yang nembak. Haha.." kata Reynard bertubi - tubi. Justin langsung bengong. Serius, gak ada yang lucu. Mau gak mau ya jawab "Ohhhh..." kata Justin ramah. "Yaudah, lu mau ke sini tetep di situ apa masuk ? Sandra ! Masuk aja ! Masa diem di mobil ?" kata Justin kepasa Reynard dan Sandra yang belum apa - apa kebosenan di mobil. Cepet - cepet dia keluar dan langsung rentangan tangan dan kaki karena pegel.
"Kalian mau minum apa ?" tanya Justin. "Emm... Gue air putih aja, but cold" jawab Reynard. "Elo ?" "Gue teh aja, but cold too" jawab Sandra. Langsung Justin nengok ke Reynarddan liat ke Sandra sambil senyam - senyum yang artinya "Cieeee" karena, dua - duanya minta dingin pke acara bahasa inggrs lah. Napa gak sekalian bilang Sweet Ice tea dan Cold mineral water ? Hahaha. "Panas ya lu ? kok senyum - senyum sendiri ?" kata Reynard seraya memegang dahi Justin. Langsung Justin lepasin agak keras, sehingga tanganya membentur peganggan yang ada di tangga. "Eh sori - sori, gak sengaja. Waduhhh.. tangan lu... merah kayak yang adadi Tom & Jerry. Eh iya - iya, gue ambil dulu perbanya and obatnya... Tunggu di kamar gue aja" kata Justin yang langsung turun dari tangga, bisa di bilang lompat dari tangga (ya iyalah, dari step ke 10, langsung lompat ke bawah.. gila kan) dan segera mengambil kotak obat.

Thx dah mau baca. Maap banget ya udah nunggu lamaaa.. banget. Wait for the next chapter !

Rabu, 07 Juli 2010

Cinta Sejati - Chapter 4

Justin mulai terbiasa dengan sekolah SMA16. Diapun mulai ramah dan bisa bergaul. Tapi dia belum bisa menahan emosinya.Dia juga mulai membiasakan diri untuk tidak merokok. Diapun juga menjadi sahabat Reynard yang pertama.
"Yo rey !" teriak Justin sok akrab.
"Heh ?" sahut Rey balik.
"Lo lagi ngapain ? Serius banget ! Boleh bantu ? Kalo bisa..." tanya Justin.
"Kompetisi... tentang sejarah..." jawab Rey balik yang tetap melihat ke lembar kerjaannya.
"Ohhh.. berarti gue gak bisa bantu ! Sejarah si !" kata Justin santai.
"Gue ke kantin dolo ya ! Mau beli jus jeruk mbok Minah. Ternyata enak banget lho ! Nyesel gue pernah buat jahat ke dia... Cabzz dolo ya ! Moga - moga lo menang !" kata Justin yang berjalan ke luar kelas menuju kantin.
Ketika sampai di kantin, Justin melihat Shafira sedang di kerubutin 3 cewek kaka kelas. Sekilas, Justin melihat Shafira terlihat cantik. Tapi ketika dia ke luar kantin sambil membawa berkas - berkas yang banyak, dia baru tau itu hanya perasaanya.
"Woi !"
"Ehh.. Lo semua ngapain ke sini ?" tanya Justin yang di kagetkan oleh Ken, Dhihan, Arief. Mereka bertiga adalah geng The Fire, yang dipimpin oleh Ken.
"Suka - suka kita dong ! Namanya juga kantin.. siapa aja boleh masuk kecuali kaya gajah, monyet.. ya ga boleh. Kan habitatnya di Hutan.. kalo datengpun pasti nyasar.. he.. he.. he" bales Ken. Justin tidak menjawab karena sedang asik meminum jus jeruk buatan mbok Minah. "Boleh gabung gak ? Kok didiemin sih ?" tanya Arief. "Boleh - boleh aja" kata Justin singkat.
"Eh liat deh.. si Sandra cantik ya !" kata Dhihan memulai pembicaraan.
"Pinter lagi !" tambah Arief.
"Katanya dia juga menang kejuaraan bela diri se Jawa-Bali lho ! Hebat ya !" kata Ken yang juga ikut menambah kalimat Dhihan.
"Tapi, kalo semuanya serba bisa, ya kapan mau di manjain ya ?" kata Dhihan.
"Kapan aja boleh asal dianya mau" bales Ken.
"Sialan" bales Dhihan. Arief tertawa kecil.
"Mending juga Diana ! Udah baik, pinter lagi !" kata Arief.
"Kalo Gue Geby dong ! Cantik, ramah lagi ! Gak kalah deh sama Sandra !" kata Dhihan ikut - ikutan. Satu per satu semua menyebut kan cewek idolanya. Tetapi Justin tidak. Dia hanya minum jus jeruknya, lalu balik ke kelas.

Senin, 28 Juni 2010

Michael Jackson - For all time

Sun comes up on this new morning
Shifting shadows, a songbird sings
And if these words couldn't keep you happy
I'd do anything

And if you feel alone, I'll be your shoulder
With a tender touch, you know so well
Somebody once said, it's the soul that matters
Baby who can really tell, when two hearts belong so well?

And maybe the walls will tumble
And the sun may refuse to shine
But when I say, I love you
Baby you gotta know
That's for all time
Baby you gotta know
That's for all time

Moon shines down on this good evening
One warm kiss in the cold night air
For this good love i'm recieving
I'd go anywhere
Just as long as you were there

And maybe the walls will tumble
And the sun may refuse to shine
When I say, I love you
Baby you gotta know
That's for all time
Baby you gotta know
That's for all time

Oh, then on these quiet days
Where souls embrace
So silently
Oh, the rain may wash away
All these words that young lovers say

And maybe the walls will crumble
And the sun may refuse to shine
But when I say, I need you
Baby you gotta know
That's for all time
Baby you gotta know
That's for all time
Say that you'll never go
That's for all time
Baby you gotta know
That's for all time
Baby you gotta know
That's for all time
Baby you gotta know
That's for all time


Minggu, 27 Juni 2010

Cinta Sejati - Chapter 3

Jam mengarah 8.00. Hari ini hari selasa, berarti hari upacara. Karena Justin telat, kemungkinan dia harus upacara di luar sekolah kalo gk di kasih pak Wawan masuk.
"Waahh.. jam 9.00 ya ? Telat dong" kata Justin enteng ketika sampai di depan sekolah.
"Pak ! Boleh masuk gak ?" kata Justin santai.
"Ya gak boleh dong ! Ini perintah Kapsek ! Kalo bukan perintah ya bapak udah kasih masuk !" kata pak Wawan yang sedang asik mendengarkan lagu dangdut dari salah satu channel radio. Terpaksa, Justin manjat pagar sekolah yang lumayan tinggi.
"Heh heh heh ! Ngapain kamu naik kesitu !" kata pak Wawan seraya suaranya mulai tinggi. "Ya mau masuk lah pak ! Gimana sih !" kata Justin yang terus naik sampai akhirnya masuk. pak Wawan hanya bisa bengong dengan perlakuan Justin yang nekad itu.
Ketika usai upacara, ada sedikit jeda(istirahat sebentar). Di kelaspun jadi ramai bagaikan pasar malam. Justin hanya tidur di mejanya. Di sampingnya, Reynard, hanya melihat Justin dengan geli seraya tersenyum. Tiba - tiba, bu Amel, guru Sejarah datang. Reynardpun segara membangunkan Justin.
"Woii ! Bangun ! Bu Amel udah dateng !" kata Reynard sedikit panik seraya mengerak - gerakan tubuh Justin.
"Apaan sih ! Orang lagi ada di alam mimpi, lo ganggu ! Mau lo apa sih !" kata Justin teriak - teriak dengan mata yang masih tertutup. Justin tidak menyadari kalau semua murid termasuk bu Amel melototin dia. "Justin ! Tolong ceritakan kitab Nagarakertagama !" kata bu Amel seraya meletakan buku - buku yang dia pegang ke meja.
Justinpun mulai menggaruk - garuk kepalanya. Tidak sedikit keringat yang keluar dari wajahnya.
"Ini pelajaran SMP lho !" kata bu Amel gak sabar. "Lagian. ibu sudah suruh latihan kemaren kan !"
"Iya bu"
"SMP, kamu belajar apa ?" tanya bu Amel ketika sudah menunggu sekitar 10 menit. "Jangan bilang kamu gak tau Tiga Serangkai !"
Justin menelah ludah. Dia memang lupa dengan Tiga Serangkai. Karena yang lain tidak sabar menunggu, mereka sepakat untuk membantu. Samar - samar terdengar suara Reynard "Ki Hajar... Dewantoro" katanya pelan tapi terdengar oleh bu Amel. "Jangan bantu dia Rey !" kata bu Amel.
"Ki Hajar Dewantoro..." kata Justin gugup.
"2 lagi siapa ?"
"Ki Hajar Dewantoro..... dan dua temannya bu"
kelas itupun ketawa ngangkak termasuk bu Amel.
"Nilaimu ibu kurangi... Rey, tolong jawab" kata bu Amel setelah selesai tertawa lepas. "Baik bu"
"Tigara Serangkai adalah Ki Hajar Dewantoro, Douwes Deker, Dr. Cipto Mangunkusumo" kata Rey pasti. Rey adalah murid terpintar di kelas. Bahkan dia pernah juara umum dan dia tetap pertahankan itu sampai sekarang. Dia banyak kelebihan, mau dari dalam atau luar. Dia keren, kaya, ganteng, ramah, sopan, pintar di segala mata pelajaran, kecuali musik. Ketika dia melihat not-not instrument piano(Misalnya), tiba - tiba saja, matanya berkunang - kunang. Dia juga pemilik sekolah SMA16. Tidak heran cewek - cewek SMA16 naksir Rey. Tapi rey tidak sombong akan hal itu. Dia tetap ramah ke siapapun.
Ketika bel istirahat berbunyi, Justin merokok di bawah pohon beringin.
"Aku udah bilang, gak boleh merokok" kata perempuan yang menarik rokok yang sedang asik Justin hisap, yang ternyata Sandra, ketua OSIS. "Mau lo apa sih ! Ganggu orang lagi rokok aja !" kata Justin marah sehingga dia mengeluarkan sebatang rokok lagi. Tapi perempuan itu mengambil semua rokok Justin dan dia buang ke tong sampah.
"Wooii ! Gue beli itu pake tabungan sendiri !"
"Ohh maaf.. tapi di SMA16 ada peraturan"
"Hahh..." kata Justin marah yang lalu meninggalkan Sandra.

Chapter 3 selesai ! Thx udh mau baca ! Tunggu chapter 4 ya !

Selasa, 22 Juni 2010

Cinta Sejati - Chapter 2

Ketika jam sekolah selesai, siswa - siswa berlarian keluar dari sekolah. Tapi berbeda dengan Justin. Dia memainkan biola di ruang seni. Ketika dia menyadari ada yang memperhatikan dia, dia langsung menghentikan biolanya.
"Ngapain liatin gue ?" kata Justin dingin seraya menaruh biola itu ke tempat semulanya. "A-aku mau.. mau bermain piano di situ" kata perempuan itu gagap karena kaget dengan suara Justin yang sangat rendah sambil berlari ke piano hitam di bagian pojok. "Tadi kamu main biolanya bagus banget" kata perempuan itu ketika selesai memainkan sebuah lagu. "Lagu Beethoven, Fur Elise" kata Justin yang mengabaikan kalimat perempuan itu.
"Kejutan yang tak terduga" kata seseorang yang berdiri di ambang pintu. "Wahh.. Pak Wawan lagi" kata Justin enteng. "Kalian mau tetap disini atau keluar ? Soalnya bapak mau kunci pintu ini" kata pak Wawan. Perempuan itu langsung keluar dengan cepat, sedangkan Justin berjalan dengan santai. Pak Wawan menghela napas.
"Pak, mau tanya !" kata Justin seraya melihat perempuan itu pergi. "Apa ?" tanya pak Wawan sambil mengunci pintu ruang seni. "Perempuan itu siapa ?" tanya Justin balik yang mengalihkan perhatiannya ke pak Wawan. "Ohh... dia Shafira, katanya dia punya penyakit, tapi kaya banget" jawab Pak Wawan. "Bapak ke post dulu ya ! Cepat pulang !" kata pak Wawan seraya berjalan keluar sekolah.
"Justin !" teriak Demitria.
"Apa ?" tanya Justin dingin.
"Motorku rusak"
"Bakar aja"
"Bukan waktunya becanda !"
"Gue liat dulu" kata Justin pasrah.
"Akinya habis"
"Terus ?"
"Terus ya, di setrum ato di bawa ato beli aki lagi" kata Justin enteng.
"Dimana ?"
"Di restoran"
Demtri tidak menjawab dan memasang tampang mau marah ke Justin.
"Ya di tempat yang bisa beli aki lah ! Bodoh atau tolol sih lo !" kata Justin seraya tertawa kecil.
"Jadi aku harus bawa ke bengkel ?" kata Demitria yang mulai mencari akal untuk membawa motor itu ke bengkel.
Tanpa pikir panjang, Justin langsung membuka kunci kotak motor itu dan memulai menuntun ke bengkel.
"Makasih ya Justin !"
"Thanks is nice, but money is better"
"MATRE !"
Sesampainya di rumah, ayahnya sedang membaca koran. Justin hanya berjalan ke kamarnya tanpa menyapa atau memangdang ke ayahnya.
"Justin !"teriak ayahnya. Justin hanya menghentikan jalannya.
"Sampai kapan kamu mau seperti itu !" kata ayahnya marah.
"Sampai ayah balik sama mama" kata Justin dingin seraya melanjutkan jalannya ke kamar dan membanting pintu itu. Ayahnya menghela napas sambil mengusap - usap dadanya.

Rabu, 16 Juni 2010

Cinta Sejati - Chapter 1

Justin merupakan anak pengusaha. Justin baru pindah ke sekolah SMA16.
"Anak - anak, hari ini ada siswa baru ! Namanya adalah Justin !" kata pak jojon memberi tahu siswa di kelas.
"Justin, ada yang mau di sampaikan ?" tanya pak Jojon.
"Tidak !"
"Tidak ada ? Tidak mau menjelaskan hobimu dan sebagainya ?"
"Tidak !" kata Justin dengan tatapan bosan.
"Ya sudah, kamu boleh duduk" kata pak Jojon pasrah.
Seharian itu, Justin merasa bosan sehingga dia mencoba kabur dari sekolah tapi, tertangkap oleh satpam pak Wawan.
"Hayo, mau pergi ke mana !" kata pak Wawan seraya mengagetkan Justin. "Mau kabur" jawab Justin santai. Pak Wawanpun heran. "Kasih tau aja ke kepala sekolah ! lebih cepat, lebih baik" "Kamu anak baru itu kan ?" tanya pak Wawan. "Iya" "Untung kamu anak baru, jadi bapak tidak akan beri tau ke kepala sekolah ! Balik ke kelasmu sekarang juga" kata pak Wawan yang menunjuk ke kelas yang tetap memandang tegas ke Justin. "Kalo saya gak mau ?" "Harus" kata pak Wawan seraya memegang Justin ke kelas.
"Misi pak !" kata pak Wawan sopan. "Ohh.. pak Wawan.. ada apa ?" tanya pak Alvis, guru matematika yang tampan, berumur sekitar 20 - 25. "Ini pak, ada yang ketiduran di kantin" katanya bohong. Satu kelas pun tertawa. "Justin, kamu mau kabur ya ?" tanya pak Alvis serius. "Iya" "Apa itu baik ?" Justin tidak menjawab. "Karena kamu anak baru, saya tidak akan melaporkan ke kepala sekolah" Justin melepaskan tangannya dari pegangan pak Wawan, dan kembali duduk dengan bosan.
Ketika bel istirahat, Justin ke kantin untuk merokok, karena di situ cuma satu - satunya tempat unutk merokok. "Mbok ! Minta jus jeruknya satu gak pake lama !" teriak Justin. 5 meint kemudian, mbok yang setengah baya, datang cepat - cepat sambil membawa jus jeruk itu. "Mbok, kan saya bilang gak pake lama ! Gimana sih !" "Maaf den ! Mbok gak akan ulangin lagi" kata mbok itu seraya menundukan kepala. Bego banget sih ni orang ! Aha ! Ganti ruginya gak bayar ahhh... kata Justin dalam hatinya. "Sebagai gantinya, gak bayar !" kata Justin keluar dari kantin tanpa meminum sedikitpun dari jus jeruk itu.
Ketika sedang nongkrong, dia mengeluarkan sebuah batang rokok lagi.
"Hai" kata seorang cewek. "Hai" bales Justin. Enggak salah lagi, tipe cewek teladan Kata Justin dalam hatinya. Untuk beberapa saat, cewek itu menatap Justin. "Ngapain lo liat - liat gue ? Ada masalah ?" tanya Justin kasar. "Enggak kok ! Cuma rokok gak boleh aja !" "Napa ? Gak seneng lo ?" "Yee... jangan marah" kata cewek itu sedikit menggoda. "Kenalin, aku Sandra" kata perempuan itu sopan. "Justin" kata Justin malas. "Udah sana ! Gue males ada orang yang ngeliatin gue mulu"

Chapter 1 selesai ! Thx udh mau baca !

Sudah di temukan cerita baru !

Title ceritanya adalah... Cinta sejati !!
Moga 2x bagus ya ! Hehehe :))

Selasa, 08 Juni 2010

Hmm... thinking for new story :)

Pilihin dong... mau cerita yang :

- Romance ?
- RPG ?
- Friendship ?

Di comment yaa... biar tau yg paling bnyk ! Thx... :D

Senin, 07 Juni 2010

Populer and the Princess - Chapter 20B

Tommy menggerek tangan Lisha yang malu - malu untuk keluar mobil dengan tampang barunya, yang bagaikan permaisuri pikir Tommy. "Tom, udahlah, gue nggak usah keluar, lagian gue nggak bisa nih pake hak hak gini, daripada malu - maluin lo gue jatoh nanti," bujuk Lisha. "Ah, diem aja deh lo, kalo lo nggak ikut, amanah dari Clarissa gimana dong?" Hati Lisha serasa tertancap duri yang sangat tajam, mengingat sahabatnya telah tiada. Demi sahabatnya itu, ia memilih untuk mengalah.
Irwan, Nessa, Glen, Andi dan Bobby telah siap menunggu. Tak berbeda dengan Tommy, mereka tak kalah terkejut dengan penampilan Lisha yang berubah 180derajat. "Wah, Lis, kalo lo kayak gini terus sih, wah, sini deh lo sama gue aja," canda Andi bergombal. Lisha hanya tersenyum kecut, karena hal seperti inilah yang ia tidak ingin lihat.
Band Tommy telah siap di backstage. "Eh, Wan, jagain si Lisha juga ya, jangan mentang - mentang udah punya Nessa lo nggak bertanggung jawab sama dia, hahaha.." "Hah? Nggak salah lo? Kayaknya lo musuh bebuyutan gitu sama si Lisha, malah minta jagain? Minum obat apa lo? Stress kali ya temen gue ini." sahut Irwan tak percaya. "Ih apasih, Wan? Haha.. Emang kalo gue sayang sama Lisha nggak boleh?" timpal Tommy santai, tak melihat Irwan terbengong - bengong melihat kelaluan temannya kali ini. "Wah, jadi berita bagus nih," pikir Irwan dalam hati.
Saatnya Tommy menyanyi, tak biasanya ia memberikan sedikit kata pengantar.
Lagu ini gue persembahin kepada seorang cewe tomboy, yang nggak pernah nurut sama kata - kata gue yang sangat bijak, hehehe.. Tapi saat ini, dia menjadi cewe yang manis dan sangat anggun...
Irwan yang mengetahui orang yang dimaksud Tommy, menyenggol siku Lisha. Lisha yang kaget menatap Irwan, dan tersipu malu. "Cieee.. Lis, buruan nih ada yang nunggu, tungguin gih di backstage, pasti si Tommy perlu supporter terutama lo," saran Nessa. Wajah Lisha kian memerah, dan memilih untuk pergi dengan alasan menuju backstage, padahal ia ingin ke toilet. Cukup lama Lisha berada di toilet, samar - samar ia mendengar dentingan dan alunan musik yang dilantunkan Tommy. Indah dan tenang..

Aku tak dapat pergi...
Disini alam begitu indah...

Jika kudatang kemari suatu saat nanti...
Ku kan melihat langit yang sama...
Mungkin ku berpikir terlalu banyak...
Tentang keindahan yang kau katakan...


Kutakut jalanku tak berujung...
Kutakut terlambat...
Selama waktu itu ku berpikir...
Disini tak seburuk yang kukira...
Aku mulai menemukan alasannya...

Kata - kata itu meresap kedalam tiap memori dikepala Lisha. Ia mulai merasakan hal yang tak biasa, merasakan kedamaian dan kehangatan setiap kali ia mendengar suara Tommy. Ia merasakan, dan mengingini Tommy selalu berada di sisinya, mungkin hal ini terdengar agak egois bagi Clarissa, tapi Lisha tidak dapat memaksakan perasaannya terhadap Tommy yang kini menjadi rasa sayang...
Lisha keluar dari toilet dengan mata sembab, karena masih malu melihat keadaan yang ramai walaupun band Tommy telah usai manggung. Tak melihat, seorang pelayang membawa minum hampir menabrak Lisha, sebagai gantinya Lisha menghindar dan terpeleset karena menggunakan higheels. Lisha merasakan sesuatu yang tidak keras seperti lantai, tapi kenyamanan. "Jalan itu pakai mata, jangan pakai rambut kali.." sindir Tommy. "Tommy! Ngapain disini?!" jawab Lisha salah tingkah dimana ia masih memikirkan Tommy. "Ih, ini anak, udah ditolongin bukannya terimakasih malah
marah - marah" canda Tommy. "Iya, makasih ya Tom." sahut Lisha sambil berjalan pergi karena takut ketahuan wajahnya memerah.
Beberapa hari kemudian, Tommy telah meninggalkan rumahnya kurang lebih 3 hari tanpa kabar. Padahal besok adalah hari ulangtahun Lisha. Semakin khawatirlah Lisha menunggu Tommy, ponselnya tidak bisa dihubungi dan teman-temannya tidak mengetahui kemana Tommy pergi.
"Tommy, lo dimana, gue kangen sama lo, Tom," ujar Lisha dalam hati, tanpa sadar air matanya menetes.
Tanpa sadar, kaki Lisha membawa dirinya menuju taman kesukaannya dengan Tommy. Lisha memutuskan untuk menunggu sebentar sambil mencari angin. Hampir lewat pukul 12 malam, tetapi Lisha belum dirasai rasa kantuk dan lelah setelah 3 hari mencari Tommy.
"Gue, kangen sama lo, Tommy. Gue kangen sama kejailan dan kehangatan lo, gue gabisa jauh dari lo. Gue sayang sama lo, Tom," kata - kata itu meluncur begitu saja dari mulutnya tanpa dapat ia cegah. "Hmm, rupanya ada yang ngangenin gue.. Hehehe..." canda Tommy yang muncul tiba - tiba membawa 2 buah es krim dari pundak Lisha. Lisha yang terkejut, menghadap ke Tommy yang duduk disebelahnya. "Tommy!" tak ada kata - kata yang dapat Lisha ungkapkan, hanya air mata bahagia yang bisa ia bagi dengan Tommy. Tommy mengerti. Ia merangkul Lisha, dan membiarkannya menangis di bahunya.
Setelah beberapa saat, dan Tommy merasa Lisha cukup menangis yang membuat bajunya basah. "Ckckck, kapten basket kok nangis mulu sih.. cupcupcup, anak maniss..." Terlalu kesal Lisha dibuat Tommy, ia memukuli Tommy sepuasnya disertai tawa Tommy. "Ah, udah ah, sakit tau! Lis, gue bawain lo es krim nih. Ada yang coklat loh.. Hehehe..." Lisha mengambilnya. Baru sedikit ia menjilatnya, ada bagian keras yang ia rasakan. Mungkin biskuit, pikirnya. Semakin lama, benda itu semakin jelas. Cincin. Sebuah cincin tergeletak di pucuk es krim coklat itu. Lisha memerhatikan wajah Tommy yang menyunggingkan seulas senyum bahagia. "Selamat ulangtahun ya, Lisha. Gue sayang sama lo," Sekali lagi, hanya air mata yang berlinang dapat ia ekspresikan.. Tommy memeluk Lisha. "Gue juga sayaaaang banget sama lo, Tom, makasih ya atas semuanya," ekspres Lisha disela tangisnya.
Suara gemuruh datang, kembang api yang berwarna - warni meletus begitu cepat dan banyak, dimana jam menunjukkan pukul 12.01 WITA, Bali, 10 Juni hari bahagia Lisha dan Tommy.

Populer and the Princess - Chapter 20A

"Pagi, Lisha, sayaaang.." canda Tommy yang muncul tiba - tiba di depan jendela kamar Lisha. Mata Lisha yang sama sekali belum terbuka, terbangun dengan suara khas tersebut. "Apa sih lo sayang - sayangan, ogah gue jadi sayang lo itu!" nada kesal Lisha tak tertahan juga. "Eh, nona cantik pagi - pagi udah marah, cepet tua bu! Hehehe.. Oya, udah siang nih, nanti kita ketinggalan pesawat ke Bali," sela Tommy tak kalah dengan jagoan gombalnya. Tak tahan mendengar ocehan Tommy yang semakin menjadi - jadi, Lisha bergegas mandi dan bersiap - siap menuju airport. "Cepetan ya, Lis"
Sesampainya mereka di airport, Tommy dengan gayanya yang sok cool membantu membawakan koper - koper Lisha yang cukup berat. "Gausah, Tom, makasih, gue bisa bawa sendiri kok," "Ah, sok kuat lo Lis, udah bagus gue mau tolong lo!" sahut Tommy tak mau kalah. Lisha yang mengerti adat Tommy yang keras kepala lebih memilih untuk diam.
Setelah memasukkan koper - koper ke baggage lot mereka mencari tempat untuk menunggu pesawat tujuan Bali yang delay 1 jam. Cukup ramai airport hari itu, sehingga mereka tidak menemukan tempat duduk yang pas untuk mereka berdua. Di ujung tempat tunggu, tersisa satu tempat duduk. Tommy memilih untuk berdiri. "Duduk aja Lis, gue bisa berdiri kok, sekalian mau beli makanan sebentar," katanya dengan sopan. "Ah, nggak kok, gue nggak mau makan, lagian gue juga nggak pegel, lo aja, tadi kan lo udah bantu gue bawa koper," jawab Lisha. Tommy yang sebenarnya pegal, tersenyum geli di dalam hati melihat tingkah laku Lisha yang bisa dibohongi dengan gombal anak kecilnya itu.
-- setting : BALI
Sesampainya mereka di hotel pesanan mereka di Bali, mereka menelfon teman - teman mereka yang bersangkutan dalam pembuatan 4 Teens Party. "Lis, nanti jam 5 sore Glen sama Irwan acara 4 Teens Party dimulai, katanya sih juga ada Nessa," info Tommy dengan nada menyindir. "Hah? Nessa pacar barunya Irwan? Serius lo?" "Katanya sih gitu, gue juga nggak nyangka punya pacar baru langsung di gebet ke Party kita," "Oh, gitu, yaudah, kebetulan gue juga udah kenal si Nessa itu,"
Tommy rupanya secepat kilat merapihkan dirinya, sehingga ia yang duluan menghampiri Lisha.
"Heh! Lo tuh ngapain sih? Boker massal? Lama bener cuma mandi sama rapihin kamar! Cepetan, udah jam 4, kebo lo!" panggil Tommy sambil bercanda dan mengetuk pintu kamar Lisha. "Eh iya sabar Tom, gue lagi ganti baju nih, jangan masuk lo leher jerapah! Awas lo ngintip, gue kutuk jerawat segede batu di mata lo! Lagian baru juga jam 4 sih," sela Lisha tak kalah ketus sambil bercanda. Lisha keluar dengan pakaian bak pengemis jalanan, dengan jeans belel dan baju gothic. "Lis, lo nggak salah kostum nih?! Kita tuh bukan mau ke warung, kita mau ke restoran hotel! Ih, lo cewe apa cowo sih?" ujar Tommy kesal. "Ya sabar kali Tom, cuma baju celana gue juga, bentar gue cari yang bagusan, kalo ada tapi ya, hehehe.." canda Lisha. "Nggak, nggak kelamaan nungguin lo ganti baju!" dengan tidak sabar Tommy menarik tangan Lisha menuju outlet terdekat. "Eh, Tom, mau kemana woy? Gila lo ya, udah narik - narik tangan gue, diem aja lagi waktu gue tanya, emang lo pikir gue ini ngomong sama tembok?!" tembak Lisha. "Diem aja deh lo, yang penting lo tau nanti lo bakal secantik itu tuh, princess princess anak kecil, apa sih namanya, lupa gue," gombal Tommy yang kambuh lagi. "Terserah lo dah, awas jangan macem - macem lo sama gue," nada Lisha yang semakin pasrah.
"Lis, lis coba deh gaun yang ini, kayaknya cocok sama lo," tanya Tommy. "Hah? Apaan nih? Nggak! Ogah gue pake yang ginian, bisa dicap apa gue sm anak-anak! Ih nggak deh, cari yang lain aja Tom!" sergah Lisha dengan geli. Tommy yang tidak sabar mendorong Lisha kedalam fitting room untuk mencoba gaun tersebut. Melihat wajah Tommy yang memohon, Lisha tak tega, akhirnya ia mengalah dan mencoba gaun itu dengan tekad jika ia tidak suka akan meninggalkan outlet tersebut.
Pandangan Tommy tak lepas dari ujung rambut hingga kaki Lisha, terpesona dengan keanggunan Lisha yang tak kalah dengan model. "Whoaaa, Lis, cantik juga ya lo ternyata! Udah, Mbak, saya beli gaun ini satu," puji Tommy, seraya meninggalkan Lisha dengan gaun itu menempel di tubuhnya. "Eh, gila ya si Tommy!" Lisha mengejar Tommy, yang ternyata sudah sampai di mobil dengan earphone menempel di telinganya bermaksud tidak mau mendengar alasan keluar dari mulut Lisha.

Attention ;) ending will be done by my sis and me :D

Chapter 20 akan dibuat bab terpanjang, dan dibantu oleh ciciku.
Don't miss the FANTASTIC ending of Populer and the Princess. :)

Populer and the Princess - Chapter 19

Tommy belum berani untuk membuka isi kotak pemberian dari Clarissa. Tapi kali ini, Tommy mencoba untuk memberanikan diri. "Ok... gue mesti berani.." kata Tommy yang sudah siap membuka kotak itu. Ketika dibuka... ternyata foto - foto mereka berdua. Tapi di bagian bawah itu ada sebuah surat yang menunjukan untuk Lisha dan tidak diperbolehkan untuk dibuka sama Tommy. "Keliatanya penting banget... sampe gue gak boleh liat. Gue langsung bawa ke Lisha aja lah" kata Tommy yang sedang membolak - balikan amplop surat itu. Tommy akhirnya bergegas ke rumah Lisha.
"Lisha ! Woi ! Buka pintunya ! Penting nih !" teriak Tommy kencang sekali. Lisha-pun yang sedang di posisi pw-nya(Posisi Wueenak), diganggu oleh teriakan Tommy sehingga Lisha-pun turun. "Apaan sih lo ? Lagi enak-enaknya... diganggu sama orang idiiot !" bentak Lisha. "Heh ! Udah bagus gue gak liat ini !" bales Tommy sambil memberi amplop dari Clarissa. "Oh.. maaf ya !" kata Lisha yang malu. "Hahh.." kata Tommy yang merasakan kemenangan dari Lisha. Lisha membuka surat itu.

Liss... Waktu gue udah gak lama... Gue ingin banget punya kesempatan bisa sama lo, nyokap, dan Tommy... kalian adalah orang terpenting yang gue punya... orang lain menganggap gue aneh.. suka marah.. tapi sebenernya biar mereka disiplin... Ok.. to the main topic aja... Gue ingin lo jagain Tommy.. maksudnya sama Tommy gitu.. bisa ya ?

Your BFF,
Clarissa

"Dia tulis apa sih ? Kok sampe pacarnya sendiri gak boleh tau.." kata Tommy yang sangat penasaran. "Ogahh !" teriak Lisha jijik. "Kenapa lo lis ?'' kata Tommy yang semakin penasaran. "Udah lo pulang aja !" kata Lisha yang menyuruh Tommy cepat pergi karena mukanya memerah. "Ohh... pasti Clarissa suruh lo jadi pendamping gue di pesta '4 teens' !" kata Tommy yang ketawa - ketiwi. "Dihh... Gr banget lo !" kata Lisha. "Terus apa dong ?" tanya Tommy. "Baca aja sendiri !" kata Lisha yang memberi surat itu ke Tommy.
"Hah ? Ogahhh !" teriak Tommy. "Parah ya !" kata Lisha. "Tau nih ! Ihh.. masa harus sama orang nyebelin kaya gini !" bales Tommy. "Tapi ini kemauan almarhum Clarissa.. jadi gimana dong ?" tanya Lisha. "Langsung jadian aja !" kata Tommy polos. "Hah ? Lo udah gila ya !" kata Lisha yang tersipu malu.

Chapter 19 selesai ! Tunggu Chapter 20 ya !

Sabtu, 29 Mei 2010

Populer and the Princess - Chapter 18

Sebelum penguburan, Clarissa di doakan di gereja. Tommy duduk di paling belakang, tidak mau melakukan apapun selain menyesali dirinya. "Gue napa sih ! Gue selalu egois ! Bahkan gue pernah sakitin hati Clarissa ! Gue emang cowok gak guna !" teriak Tommy di dalam hatinya. Mama Clarissa menghampiri Tommy dengan tangisan. Dia duduk di sebelah Tommy. Sejenak mereka tidak bicara, tapi beberapa menit kemudian mereka mulai berbicara. "Dulu Clarissa suka banget jalan - jalan... apa lagi kalo pergi ke SMS sama orang yang dia sayangi ! Pada suatu hari, Clarissa batuk - batuk tanpa henti.. tante sudah mengajak dia ke rumah sakit tapi dia gak mau ngerepotin tante... Tante mangkanya sayang banget sama Clarissa.. tapi pada suatu hari jabatan saya diangkat jadi direktur, saya jadi orang yang mata duitan dan lupa sama sayang tante ke Clarissa" kata mama clarissa bercerita panjang lebar. "Tante, apakah Clarissa suka warna putih ?" tanya Tommy. "Tidak sama sekali ! Itu sebenarnya yang suka warna putih itu tante... sejak tante pergi ke luar negeri, dia mencoba untuk menyukai warna itu sehingga dia merasakan kehadiran tante di dekatnya" jawab mama Clarissa.

Akhirnya Tommy kembali ke rumahnya. Di perjalanan pulang, dia melihat Lisha yang sedang berjalan . "Heh ! Monyet !" teriak Tommy. "Apaan sih lo ! Setiap hari ribut aja !" balas Lisha. "Hehehe.. lo ngapain jalan ?" tanya Tommy. "Mau pulang ! Lo ?" tanya Lisha. "Pulang juga ! Mau gue ater gak ?" tanya Tommy. "Ogah gue pulang dianter sama orang idiot kayak lo !" jawab Lisha mentah - mentah. "Ya udah ! Terserah lo ! Di mobil dingin, gak bakalan capek, nyampe ketempat tujuan gak ada keringet lho !" goda Tommy. "Ya udahlah ! Terserah lo !" jawab Lisha pasrah. "Tuh kan ! Semua orang kalo di goda gue pasti nurut ! Hahaha.." kata Tommy dengan rasa bangga.
Akhirnya, mereka sampai di rumah Lisha. "Ini rumah lo ? Gila gede banget ! Jauh lebih gede dari rumah gue ! Penjaganya aja ketat banget !" kata Tommy terkagum - kagum. "Iy dong ! Bokap gue kan Professor terkenal !" kata Lisha menyombongkan diri. "Ohh... ya udah sana ! Mau keluar atau gak ?" tanya Tommy yang seperti terburu - buru. "Keluar lah ! Gue lagian udah gak tahan sama mobil sumpek kayak punya lo !" bales Lisha. Lishapun keluar dari mobil Tommy. "Gue pulang dolo !" jawab Tommy. Tommy selalu tidak lupa dengan sopannya. "Hah ! Sok alim !" kata Lisha. "Bukannya gitu... gue udah biasa kayak gitu ! Mau siapapun ! Binantang aja juga !" bales Tommy. "Woww.. ramah juga nih orang.. dihh.. kok gue jadi mikirin dia ya ! Orang idiot kayak gitu dipikirin ! Hii" kata Lisha dalam hatinya.Akhirnya Tommy pulang ke rumahnya.

Selesai ! Thx udh mau baca ! Tunggu chap 19 ya !

Kamis, 27 Mei 2010

Populer and the Princess - Chapter 17

Hari ini Tommy dan Clarissa makan siang bersama di Cafe Oh La La.
Clarissa batuk - batuk. "Clar, kamu gapapa kan ?" tanya Tommy cemas. "Uhukk.. Aku..Uhuk uhuk.. aku gapapa kok !" jawab Clarissa batuk - batuk. "Aku ke toilet dulu ya !" kata Clarissa yang berjalan cepat menuju toilet. Ketika di toilet, Clarissa batuk -batuk lagi. "Uhukk.." ketika tangannya di lihat, darah ada di tangannya. "Uhukk.. darah ?" kata Clarissa. Clarissa langsung mencuci tangannya. Ketika dia keluar, Tommy telah menunggu. "Kamu gapapa ?" tanya Tommy masih cemas. "Beneran kok ! Aku gapapa !" jawab Clarissa. "Kalo gitu aku anter pulang aja yah !" ajak Tommy. "Gak usah ! Aku bisa sendiri kok !" jawab Clarissa. "Beneran nih ? Kamu keliatan pucet banget loh !" kata Tommy. "Tenang aja ! Aku bisa sendiri !" jawab Clarissa meyakinkan Tommy.
"Clarissa kok pucet banget ya ? Apa Aku ikutin dia dari belakang aja ya ?" kata Tommy mencari akal untuk mengetahui apa yang terjadi dengan Clarissa. "Aku ikutin aja deh !" kata Tommy yang siap menaiki mobil dan mengikuti Clarissa. Tommypun melihat Clarissa sedang berjalan lemah banget. *Brukk..* Clarissa terjatuh dan pingsan. Tommy langsung keluar dari mobil. "Clarissa !" teriak Tommy yang langsung membawa Clarissa ke mobil dan mengantar ke rumahnya. Tommypun melaju dengan kencang. Ketika sampai Dia mengendong Clarissa. "Tante ! Mbok !" teriak Tommy yang semakin cemas dengan keadaan Clarissa. *Cekless* Pintu terbuka. "Haduh ! Den.. Non Clarissa kenapa ?" tanya mbok cemas. "Tadi abis makan. Dia minta pulang sendiri, gak mau dianter ! Terus aku ikutin, tiba - tiba di jalan dia pingsan !" jawab Tommy. "Ya udah ! Ayu ! Bawa non Clarissa ke kamar !" kata mbok.
Setelah 2 hari, Akhirnya Clarissa bangun. "A..aku..aku dimana ?" tanya Clarissa yang masih belom sembuh total. "Kamu di rumah sayang" jawab seorang wanita. "Ma.. mama !" teriak Clarissa kegirangan. "Tommy mana ma ?" tanya Clarissa. "Dia gak pulang - pulang ! Dia tidur di sofa. "Apaa.. ?" teriak Clarissa kaget. Clarissa langsung beranjak dari ranjang dan turun untuk melihat Tommy. "Tom..mm.." kata Clarissa tak bisa berkata - berkata. Ternyata Tommy sedang membuat makan pagi untuk mereka semua termasuk mbok. "Hihi.."kata Tommy penuh dengan senyuman. "Mm.. makasih ya Tom !" kata Clarissa. "Makan dulu gih !" kata Tommy. Tapi tiba - tiba Clarissa batuk - batuk lagi. "Uhukk.. uhukk.." "Clar kamu gapapa ?" "Eng..enggak ! Aku gapa" tiba - tiba Clarissa pingsan lagi. "Tante !" teriak Tommy. Mama Clarissa segera turun. "Clarissa ! Kamu kenapa ?" tanya mama Clarissa dengan cemas dan kaget. "Kita mesti bawa ke rumah sakit segera !" kata Tommy. Tommy dan mama Clarissa membawa Clarissa ke rumah sakit Citra Kesehatan Sejati.
Ketika Dokter kelaur dari hasil ceknya, dokter, Tommy dan mamanya Clarissa berbincang sedikit. "Dok ! Clarissa gimana ? Dia sehat kan ?" tanya Tommy sangat cemas. "Emm.. ada ibunya Clarissa ?" tanya Dokternya yang tidak menjawab pertanyaan Tommy. "Aku ! Aku ibunya !" jawab mamanya Clarissa. "Bisa kita bicara berdua saja ?" tanya Dokternya. Tommy melihat dari kejauhan, mama Clarissa mulai menangis. Ketika mama Clarissa mendekat ke Tommy, Tommy bertanya - tanya. "Tante, Clarissa kenapa ? Kok tante nangis ?" tanya Tommy. "Tapi kamu janji kan gak bakal kasih tau ke Clarissa dan teman - temanmu ?" tanya mama Clarissa yang tersedak - sedak. Tommy menganguk dengan pelan. "Waktu.. waktu Clarissa udah.. udah gak lama lagi.."tangis mama Clarissa. "Apa ? Kok bisa ?" tanya Tommy shock. "Clarissa ternyata diam - diam tidak.. tidak memberitahu kalau dia punya penyakit kanker paru - paru.."jawab mama Clarissa. "Kenapa semua haru terjadi pada Clarissa Tuhan ? Dia tidak pernah buat kesalahan !" kata Tommy yang kecewa.
Ketika Tommy dan mamanya ada di dalam ICU, Clarissa akhirnya sadar. "Clarissa ! Clarissa kamu gapapa kan ?" tanya Tommy. "Aku udah gak bisa lama - lama lagi.. ma, Tom, maap ya kalo aku jaga rahasia tentang penyakitku ! Aku gak mau bebanin Tommy dan mama yang selalu dukung aku dan memberi aku yang terbaik ! Tommy ini mungkin..." kata - kata Clarissa terputus karena batuknya. Tommy tersedak. "Tom ! Kamu kan cowok ! Kok nangis sih !" kata Clarissa. "Enggak kok ! Siapa yang nangis !" jawab Tommy yang mengusap - usap matanya. "Uhukk.. uhukk.." batuk Clarissa.Clarissa melihat di tanganya ada darah. "Mah, Tom aku mau bilang ke kalian aku sayang banget sama kalian.. Tom ini ! Aku kasih buat kamu ! Bacanya jgn sekarang ya !" kata Clarissa yang menglurkan tangannya ke Tommy. Tommy mengambilnya. "Ma..ma..Tommy.. Selemat tinggal.."kata - kata terakhir Clarissa di keluarkan....

Chapter 17 selesai ! Tunggu chap 18 ya !

Selasa, 25 Mei 2010

Thx Udh Ksh Vote Amazing !!

Gw seneng banget ! Chapter gw dapet voting rata - rata AMAZING ! Thx ya para Abrisejati ! (Nama bagi yang suka baca cerita gw)

Senin, 24 Mei 2010

Populer and the Princess - Chapter 16

Clarissa dan Lisha memang temen yang dekat. Mereka dikenal orang sebagai orang yang suka bikin orang KB (kalah bacot). Ketika Clarissa dan Tommy jalan - jalan di mall, mereka bertemu Lisha.
"Hi lisha !" kata Clarissa yang langsung menghampiri Lisha dan memeluknya. "Clar - Clar ! Kayak gak pernah ketemu aja ! Sampe harus pelukan !" kata Lisha tersenyum. Tommy hanya tertawa. "Heh lo !" kata Lisha. "Apaan sih ?" kata Tommy. "Lo ngejek guekan ?" tanya Lisha. "Dih ! Ngapain coba gue ngejek lo ! Gr banget sih !" kata Tommy. " Udah dong ! Jangan berantem !" kata Clarissa. "Bener juga ya Clar ! Ngapain coba gue berantem sama cowok yang beraninya sama cewek !" kata Lisha buang muka. Tommypun juga ikut buang muka. "Saling minta maaf dong !" kata Clarissa yang menjadi peace maker. Tommy dan Lisha mengulurkan tangannya sedikit demi sedikit. Akhirnya mereka saling minta maaf. "Maap" kata Lisha. "Gue juga maap" kata Tommy. "Gitu dong ! Itu baru pacarku and temanku !" kata Clarissa senang. "Hah ? Lo pacaran sama orang banci ?" kata Lisha shock. "Ehh ! Jangan ngomong gitu dong ! Tadi kan udah minta maaf !" kata Clarissa yang mulai ketawa.
Akhirnya mereka makan di bengawan solo. Setelah itu Tommy dan Clarissa pisah dengan Lisha. Lisha pergi ke Gramedia, sedangkan Tommy menemani Clarissa ke naughty plus. "Tom, kamu pilih yang mana ?'" kata Clarissa memperlihatkan dua pasang gantungan hp. "Yang cowok sama cewek itu !" kata Tommy. "Aku udah yakin kamu pasti pilih yang ini !" kata Clarissa yang menuju ke kasir. "Oke ! Aku ambil yang cowok, kamu ambil yang cewek ! Jadi kita bisa saling inget kalo ada gantungan itu !" kata Clarissa. Mereka akhirnya pulang.
Ketika Tommy sedang dalam perjalanan untuk nge-band, Tommy melihat Lisha sedang main basket di suatu rumah. "Lho ! Itu kan Lisha ! Aha ! Gue kerjain ahh !" kata Tommy yang sambil mematikan mobilnya. *Duk* sebuah lemparan batu mengenai kaki kiri Lisha. "Auu ! Sakit ! Heh, pengecut ! Beraninya sama cewek !" kata Lisha yang sudah yakin kalau cowok yang melempar batunya. Suara tawa terdengar, dan tiba - tiba Tommy menunjukan diri. "Hahaha ! Tuh balesan buat pukulan lo !" kata Tommy. "Lo tuh rese banget sih !" kata Lisha kesel. "Abisnya.. jailin lo seru banget ! Hahaha.."kata Tommy yang masih tertawa. "Iihhh !" kata Lisha kesel. Ini baru pertama kalinya Lisha KB. "KB niehh ! Haha" kata Tommy. Muka Lisha mulai marah. "Yee.. jangan marah !" kata Tommy. Lisha mulai mendekat ke Tommy. Tommy pun segera masuk ke mobil dan pergi. "Woo ! Sama cewek aja takut ! Apa lagi sama Waria ! Hahaha" kata Lisha tertawa.
Akhirnya libur kenaikan kelas ! Di hari terakhir, banyak siswa dan siswi pergi ke gym untuk melihat pertunjukan Basket antara sekolah Tommy dengan sekolah Mars Harapan. Tidak ketinggalan pertandingan basket perempuan. Tommy kali ini tidak ikut, karena sehari sebelum tanding, Tommy cedera tangan. Tommy akhirnya diganti oleh Glen. Tidak terasa, score sekarang sekolah Tommy dan sekolah Mars Harapan 40 - 45. Mars Harapan memang rival basket sekolah Tommy. Sekolah Mars Harapan dan Sekolah Tommy selalu bergantian menang. *Prriittt* suara peluit dibunyikan. Babak pertama selesai. Setelah 5 menit lewat, babak kedua dimulai. Kody dihadang musuh, Nicholas yang memegang bola, mengoper ke arah Glen. Nicholas da Glen melakukan operan zic -zac. Operan terahkir di pegang oleh Nicholas. Nicholas melakukan 3 - points. Score ! Sekarang musuh memegang bolanya. Tapi tiba- tiba di ambil oleh Glen dengan mudah. Musuh - musuh dilewati oleh Glen dengan gampang, tapi yang terakhir bolanya diambil oleh musuh yang berbadan besar. Dia dijuluki sebagai benteng ring. Orang itu melempar keras ke bagian ring sekolah Tommy. Musuh yang ada di dekat ring melakukan dunk tapi di ambil oleh Fendy. Fendypun mengoper ke Reza. Reza sudah hampir dekat ke ring musuh, tapi dihadang oleh si benteng ring. Dia pun mengoper Nicholas lewat bawah si benteng ring. Waktu pun tinggal 8 detik. Nicholas langsung melakukan 3 - points lagi. *4, 3, 2, 1* SCORE !! *0* Sekolah Tommy akhirnya menang lagi. Tommypun berjalan terpincang - pincang menghampiri Glen dan melakukan Hi - 5 !

Selesai ! Tunggu chapter 17 ya !

Jumat, 21 Mei 2010

Populer and the Princess - Chapter 15

Score ! Perempuan itu berulang kali memasukan bola basket ke ring. Ketika extra selesai, Tommy berbicara dengan perempuan itu.
"Woi ! Lo kemaren yang mukul gue kenceng banget kan ? Gue mau tanding basket 1 on 1 ! Gue ingin liat ! Captain basket cewek sekuat apa !" kata Tommy. "Hah ! Banyak ngomongnya lo ! Udah mulai !" kata perempuan itu dengan tidak mikir panjang. Tommy mulai mendekat ke ring, tapi perempuan itu menghadang dengan baik. Tapi Tommy langsung melompat dan membuat Score !
Waktu terus berlanjut dan sekarang kedudukannya 20 - 5. "Captain apaan nih ! Masa cuma score 2 kali !" kata Tommy mengejek. "Ayo lagi !" kata perempuan itu tidak mau kalah. Dan akhienya yang menang tetap Tommy. "Hah ! Kalo kayak gini kapan mau bisa jago ! Tadi gue perhatiin lo jaganya masih lengah !" kata Tommy sebal. "Heh ! Kok jadi lo yang sewot !" kata Perempuan itu. "Hahaha ! Gue cuma bercanda ! Lo jago kok ! Cuma lo mesti belajar lebih giat !" kata Tommy berbohong. "Heh sialan lo !" kata perempuan itu. "Gue Tommy" kata Tommy memperkenalkan diri. "Lisha" juga memperkenalkan diri. Akhirnya, Tommy balik ke rumahnya.
"Duhh ! Bosen banget ! Gak ada kerjaan !" kata Tommy bosen. Tiba 2x kamar Tommy diketok. "Keliatanya banyak yang dateng" kata Tommy sambil berjalan ke pintu. Pintupun terbuka.. ternyata cuma Irwan seorang. Tapi tiba - tiba keluar lah 2 orang lagi yaitu Glen dan Clarissa. "Ngapain lo semua disini ? Jangan cari ribut disini !" kata Tommy mulai marah lagi. "Tom, gue di sini sama Glen and Clarissa mau jelasin masalah waktu itu !" kata Irwan menjelaskan. Semuanya Akhirnya diperbolehkan masuk. Semua duduk di lantai.
"Nahh.. kalo mau jelasin, jelasin sekarang sebelum gue tidur !" kata Tommy cuek. "Mulai dari lo Wan !" kata Tommy. "Gini, kan katanya Glen, lo sama dia ketemu di jalan waktu lagi jalan - jalan sama anjingmu kan ? Waktu itu yang Glen ceritain itu cuma dia gak sengaja nabrak Clarissa ! Soalnya Glen lagi cari kartu flazz di dompet tapi gak ketemu !" kata Irwan memulai pembicaraan. "Lo sekarang !" kata Tommy menunjuk Glen tanpa melihat Glen. "Nah yang waktu di kantin itu Clarissa nyuruh gue ceritain tentang lo ! Terus kita ketemu di kantin ! Jadinya gue ceritain ! Tapi sumpeh gue gak apa - apain and gak ada perasaan apa - apa !" kata Glen dengan muka jujur. "Kamu sekarang Clar" kata Tommy mulai tidak marah. "Yang gue gak sengaja megang tangan Glen itu karena dia mau kasih fotomu tapi dia main - main !" kata Clarissa. "Ohhhh.."kata Tommy mulai sadar. "Gue kok bisa sampe marah ya ? Apa itu gue terlalu sayang sama lo ?" kata Tommy melihat ke muka Clarissa. Muka Clarissa memerah. Tommy langsung memeluk Clarissa dengan erat. "Cieee !" kata Glen dan Irwan serempak.

Selesai ! Tunggu chapter 16 ya ! Thx udah mau baca !

Kamis, 20 Mei 2010

Populer and the Princess - Chapter 14

Karena perkelahian Tommy dengan Glen, mereka tidak bermain band untuk beberapa hari yang cukup banyak. Tommy membuka Laptopnya dengan membuka facebook. Clarissa sendang online.
Clarissa : Tom
Clarissa : Tommy !
Tommy : ?
Clarissa : Kemaren kmu slh paham !
Tommy : Gtu ya.
Clarissa : Waktu itu, Glen mau kasih tau ciri" lo !
Tommy : So wat !
Clarissa : Tommy !!!
Tommy has offline. Send a message
"Errgghh" kata Clarissa dengan kesel. Ketika di sekolah, seperti biasa, Tommy dikejar - kejar para fans. Ketika Tommy sudah menghilang dari pandangan para fans, Tommy tidak sengaja tertabrak seorang perempuan. "Heh ! Punya mata gak sih lo !" kata perempuan itu. "Yee ! Jangan marah !" kata Tommy meledek. BRAKK ! Sebuah pukulan fuijitsu mengenai Tommy. "Tuh kalo main - main sama cewek ! Lo pikir cewek lemah !" kata perempuan itu yang mendorong Tommy sampai jatuh ke lantai dan meninggalkan Tommy yang tergeletak di lantai. "Sialan ! Tuh cewek apa gajah ! Mukul keras banget !" kata Tommy sebel.
Tak terasa 2 bulan berlalu, berarti, ayah Tommy pulang ! Tommy bertemu ayahnya yang sedang baca koran di sofa. "Ayah !" kata Tommy senang. "Halo nak !" kata ayah Tommy. "Kamu bagaimana ? Sehat ? Udah punya pacar belum ?" kata Ayahnya yang mencoba untuk menggoda. "Tommy sehat - sehat aja kok... kalo masalah pacar, um, udah..." kata Tommy yang mukanya mulai berubah menjadi tidak enak dilihat. "Oh ya ? Siapa namanya ? Dia baik gak ?" kata ayahnya. "Iya kok yah ! Udah yah ! Lagi banyak kerjaan !" kata Tommy membentak. "Kok marah ya ? Padahal gak diapa - apain !" kata ayahnya dalam hati. Ayahnyapun duduk dan membaca koran lagi.

Selesai ! Maap pendek ! Tunngu chapter 15 ya !

Rabu, 19 Mei 2010

Speechless




Your love is magical, that's how I feel


But I have not the words here to explain


Gone is the grace for expressions of passion


But there are worlds and worlds of ways to explain


To tell you how I feel


But I am speechless, speechless


That's how you make me feel


Though I'm with you I am far away and nothing is for real


When I'm with you I am lost for words, I don't know what to say


My head's spinning like a carousel, so silently I pray


Helpless and hopeless, that's how I feel inside


Nothing's real, but all is possible if God is on my side


When I'm with you I am in the light where I cannot be found


It's as though I am standing in the place called Hallowed Ground


Speechless, speechless, that's how you make me feel


Though I'm with you I am far away and nothing is for real I'll go anywhere and do anything just to touch your face


There's no mountain high I cannot climb


I'm humbled in your grace


Though I'm with you I am lost for words and nothing is for real


Your love is magical, that's how I feel


But in your presence I am lost for words Words like, "I love you."

Populer and the Princess - Chapter 13

Setelah 5 hari, akhirnya mama Clarissa bisa balik ke rumah. "Mah ! Hati - hati dong !" kata Clarissa sambil membantu mamanya berjalan. "Enggak apa - apa kok !" kata mamanya dengan lembut. Ketika keluar dari rumah sakit, mobil merah BMW datang. Itu ternyata Tommy ! "Hi yang !" kata Clarissa dengan senyum. "Kamu pacaran sama Tommy ya ?" kata mama Clarissa dengan menggoda. "Emm.. iya !" kata Clarissa malu. "Naik mobilku aja Tan, Clar !" kata Tommy yang segera keluar dan membuka pintu buat mama Clarissa masuk. "Makasih ya Tom ! Jadi ngerepotin !" kata mama Clarissa dengan lembut. "Enggak kok tante ! " kata Tommy sambil mulai pergi ke rumah Clarissa. "Tante saya pulang dulu ya ! Yang aku pulang ya !" kata Tommy pamit. "Hati - Hati Tom !" "Bye yang !"
"Hahh ! Harus kerjain pr nih !" kata Tommy setelah mandi. 15 menit lewat. "Nah selesai juga !" kata Tommy bangga dengan dirinya. Tommy memang paling pinter pelajaran math. Dia selalu dapat nilai di atas 90. *Guk guk* suara anjing mengonggong dari luar kamar Tommy. Ternyata Moi, anjing Golden, masih 6 bulan. "Moi ! Makin lucu aja !" kata Tommy gemes pada Moi. "Jalan - jalan sekitar sini yuk !" kata Tommy sambil ganti pakaian dan memakai jaket. Ketika berjalan.. "Yo my man !" kata laki - laki itu. "OooOOo.... Glen !" kata Tommy sambil hi - five ke Glen. "Ehh.. tadi gue ngobrol sama Clarissa ! Gue kira dia kayak nenek lampir ! Sukanya marah ! Tapi makin lama dia baik juga ! Pantesan lo bisa suka dia ! Malahan pacaran ! Haha" kata Glen tertawa. "Oh ! Gue jalan dulu ya !" kata Tommy dengan muka yang tidak enak di lihat.
Keesokanya di sekolah Tommy melihat Glen dengan seorang perempuan. Ternyata Clarissa. Tommy langsung berjalan ke Glen dan menghajarnya. "Tommy ! Stop ! Jangan salah paham dulu !" kata Clarissa sambil menghentikan Tommy yang tidak hentinya menghajar Glen. Akhirnya Tommy stop."Dengerin gue dulu !" kata Clarissa. Semua yang ada di kantin melihat Tommy. "Apa lagi hah ? Kemaren lo sama dia ! Sekarang sama dia ! Udah lah ! Hubungan kita selesai !" Kata Tommy dengan nada kecewa. "Tom ! Dengerin penjelasan Clarissa dulu !" kata Glen menaruh tangan kirinya ke bahu Tommy. Tommy melepaskan tangan Glen dari bahunya. "Apa lagi ? Lo udah rebut cewe gue ! Lo mau ambil apa lagi hah ?" kata Tommy semakin marah. Tommypun akhirnya pergi dari kantin.
Akhirnya bel pulang berbunyi. "Tom !" panggil Glen. Tommy hanya menoleh ke arah Glen, tapi tidak bilang apa - apa seakan- akan mau menghajar Glen. "Hi Tom !" sapa Irwan. "Napa ?" kata Tommy masih dalam nada marah. Tommy berjalan keluar. Irwan menoleh ke arah Glen yang terpaku di dekat pintu, lalu berjalan ke Tommy. "Lo kenapa Tom ?" tanya Irwan. "Gak kenapa - kenapa kok !" kata Tommy berbohong dengan muka yang marah. "Jangan boong ! Gue kan temen lo !" kata Irwan mengetahui kalau Tommy berbohong. "Kenapa sih ? Gue udah bilang gak ada apa - apa ! Lo gak percaya ?"kata Tommy mulai marah lagi. "Per..percaya--" "Ya udah !" kata Tommy meninggalkan Irwan. Irwan gak bisa berkata - kata apa - apa karena takut kalau Tommy marah. Tommy kalau marah memang nyeremin. Lebih parah dari Clarissa. Tapi jarang marah. "Jangan datengin dia lah ! Mungkin mau sendiri" kata Irwan.

Selesai ! Thx udah mau baca !

Maap sebesar 2x'a !

Maap gak nulis 2x lagi ! Lagi kehabisan akal dan belajar buat EHB ! Tapi lagi diusahain untuk buat chapter 13 ! Tunggu yaa !

Rabu, 12 Mei 2010

Populer and the Princess - Chapter 12

*You rock my world you know you did...* suara sms dari hp Tommy. Tommy melihat sms itu.
Hi yang ! Lagi ngapain ? Aku bosen nih !! Jalan - jalan yuk ! Mau gak ?
Tommy mebalasnya dengan tulisan Oke ! Jam 12 siang ya !
Ketika jam menunjukan jam 11.30, Tommy bersiap - siap. Tommy memakai baju yang bertulis I Love her yang dibeli waktu dating pertama kali. Tommypun menjeput Clarissa. "Hai yang !" kata Clarissa. Tommy mencium jidat Clarissa. "Hi juga !" jawab Tommy. "Ihh ngomongnya gitu banget sih ! Alay ! Hehe" kata Clarissa tersenyum. "Ohh.. ya udah ! Sini naik !" kata Tommy menyuruh Clarissa masuk ke mobilnya.
"Kamu belom makan kan ? Makan yuk di Red Bean !"ajak Tommy. "Ayukk !" kata Clarissa menerima ajakan Tommy. "Kamu mau makan apa ?" tanya Tommy sambil melihat - lihat Makanan yang mau dipilih. "Emm.. Aku Nasi Goreng Seafood sama Lemon Squash aja !" kata Clarissa ke pelayan yang siap mencatat pesanan. "Aku Nasi Goreng Ikan Asin sama Orange Juice !" kata Tommy. Sekitar 13 menit, akhirnya makanannya datang.
"Akhirnya.. kenyang banget !" kata Tommy. "Iya ! Malahan aku gak habis !" kata Clarissa. *I just wanna be with you..* hp Clarissa berbunyi. "Bentar ya !" kata Clarissa ke Tommy. "HAHHHH !? Rumah Sakit ? Ok - Ok ! Gue segera ke sana !" kata Clarissa Panik. "Yang ! Sorry ya ! Aku harus pulang !" kata Clarissa dalam keadaan panik. "Aku anter !" kata Tommy mau membantu. "Ya udah ! Ayuu !" kata Clarissa bergegas ke RS.
"Mama gimana ?" tanya Clarissa panik. "Masih dirawat !" kata Kenny. Kenny adik Clarissa. Dia kelas 7-A. "Hikss.." tangis Clarissa. "Jangan nangis ! Nangis gak ada gunanya ! Kita cuma bisa berdoa !" kata Tommy menasehati Clarissa. "Tapi.. Tapi kan.." tangis Clarissa. Clarissa langsung memeluk Tommy karena sangat sedih. Dokterpun keluar. "Mana anak ibu ini ?" tanya dokter itu. "Saya !" jawab Clarissa. "Ibu kamu mengalami pendarahan yang sangat banyak. Siapa yang mau mendonorkan darahnya ?" tanya dokter itu. "Saya !" jawab Tommy. "Kamu serius Tom ?" tanya Clarissa. "Iya !" kata Tommy. "Mari kita lihat apa darah kamu dengan ibu anak ini cocok.
5 menit kemudian.. "Hasilnya cocok ! Anda tolong ikut saya !' kata Dokter itu. Sekitar 30 menit Clarissa dan Kenny menunggu dengan cemas. "Terima kasih sudah mau mendonorkan darah buat ibu ini !" kata dokter itu. "Makasih banget ya Yang !" kata Clarissa yang sudah sedikit gembira. "Iya ! Moga - moga mamamu cepet sembuh !" kata Tommy.

Selesai ! Tunggu Chapter 13 ya ! Thx udah mau baca !

She's Out Of My Life




She's Out Of My Life

She's Out Of My Life

And I Don't Know Whether

To Laugh Or Cry

I Don't Know Whether To Live Or Die

And It Cuts Like A Knife

She's Out Of My Life


[2nd Verse]

It's Out Of My Hands

It's Out Of My Hands

To Think For Two Years

She Was Here

And I Took Her For Granted

I Was So Cavalier

Now The Way That It Stands

She's Out Of My Hands


[Bridge]

So I've Learned That Love's Not Possession

And I've Learned That Love Won't Wait

Now I've Learned That Love Needs Expression

But I Learned Too Late


[3rd Verse]

She's Out Of My Life

She's Out Of My Life

Damned Indecision And Cursed Pride

Kept My Love For Her Locked Deep Inside

And It Cuts Like A Knife

She's Out Of My Life

Selasa, 11 Mei 2010

Populer and the Princess - Chapter 11

"Gue mesti bertampilan keren nih ! Tapi gimana ya ? Baju gue bosenin semua ! Aha ! Gue beli baju di SMS aja !"kata Tommy kepada dirinya. Ketika sampai di tempat baju - baju, Tommy mulai mencari baju yang cocok buat dating dengan Clarissa. "Warna baju yang gue mesti pake putih ! Baju yang warna putih di mana ya !" kata Tommy sambil mencari - cari. "Wow ! Bagus nih ! Coba ahh !" kata Tommy sambil berjalan ke kamar ganti dan sambil membawa bajunya. "Waah ! Gue beli yang ini ahh !" kata Tommy. "Nah sekarang beli jaket warna hitam !" kata Tommy berjalan ke bagian jaket. "Waahh ! Ada jaket kayak Michael Jackson !" kata Tommy. Tommy memang ngefans Michael Jackson. Setelah 3 jam mencari, semua telah terbeli. Mulai dari baju sampai parfum.
Ketika jam menunjukan 2.00 siang, Tommy bersiap - siap untuk dating dengan Clarissa. "Kok gue jadi gak pd(percaya diri) ya !"kata Tommy gugup. "Ahh udahlah ! Mungkin gara - gara pertama dating"kata Tommy sambil mengambil kunci mobilnya dan bergegas ke mobilnya. Mobilnyapun melesat dengan kencang.
30 menit berlalu, tapi Clarissa belum datang. 1jam berlalu akhirnya Clarissa datang. "Maap ya Tom !"kata Clarissa kecapekan setelah berlalari. "Lo udah nunggu lama ya ? Sorry banget ! Tadi di tol macet banget ! Aku kira lo udah pulang karena nungguin gue--" "Udah gapapa ! Kamu laper kan ? Kita makan di Pizza Hut aja ! Aku traktir !"kata Tommy lembut. Ketika makan di Pizza Hut.. Tommy mengatakan perasaannya ke Clarissa. "Emm Clar.. gue sebenernya.. gue sebenernya suka sama lo ! Lo mau kan jadi pacar gue !" kata Tommy sambil mengeluatkan sebauh kotak berwarna merah. Muka Clarissa memerah. "Kalo lo terima, buka kotak ini tapi kalo gak, lo ambil terus lo lempar !"kata Tommy sedikit percaya diri. Tangan Clarissapun memegang kotak itu dan membukanya. "Gue mau jadi pacar lo !" kata Clarissa. "Ini buat gue Tom ?" kata Clarissa dengan malu. "Iya ! Biar gue yang pasangin !" kata Tommy mengambil kalung itu ke Clarissa. " Kamu makin cantik !" kata Tommy terpesona. "Jangan gitu ah ! Malu nih !" muka Clarissa memerah.
Stelah itu mereka fotobox ! Foto - fotonya ada yang lucu, serem, sama ada yang romantis. Mereka juga main Roller Coaster yang serem. "Kamu mual gak Clar ?" kata Tommy menanyakan keadaan Clarissa setelah bermain Roller Coaster. "Enggak kok !" kata Clarissa yang masih sedikit shock.
Akhirnya mereka dinner. "Kamu hari ini seneng gak ?" kata Tommy sambil memakan Steak 21 yang dekat dengan bioskop XXI. "Iya dong ! Kan kita pacaran !" kata Clarissa. "Betul juga ! Haha !" kata Tommy tertawa. "And.. panggil aku sayang donk !" minta Clarissa dengan penuh senyum. " Oke yang !" kata Tommy. "Nanti pulang aku antar ya !" kata Tommy.
Saat di bioskop Clarissa dan Tommy memilih film yang mau di nonton. "Sayang mau nonton apa ? Aku mau nonton Rember Me !" kata Tommy. "Aku juga mau itu ! Yang aku ke toilet dulu ya !" kata Clarissa. Setelah beberapa saat akhirnya Clarissa muncul. "Dah ! Yang ! Udah beli tiketnya kan ? Beli popcorn dulu yuk !" kata Clarissa. "Udah ! Yuk beli popcorn kita nonton deh !" kata Tommy. Dipertengahan film.. Clarissa mencium Tommy. Romantis banget !
Setelah selesai akhirnya mereka pulangke rumah Clarissa dulu. "Yang aku pulang yah !" kata Tommy mencium jidat Clarissa. "Daa ! Hati - hati di jalan !" kata Clarissa sambil melambaikan tangannya.

Selesai ! Tunngu chap 12 ! Thx udh mau baca !

Sabtu, 08 Mei 2010

Populer and the Princess - Chapter 10

"Tommy ! Tommy" seru beberapa orang yang mendukung Tommy dan sekolahnya.Sekarang score Sekolah Tommy dan Citra Buana itu 10 - 14. Bagian pertama selesai. "Guys ! Waktu kita tinggal 10 menit lagi ! Biarpun waktunya sempit, kita bisa kalahin kalo kita yakin kita menang ! Semangat guys ! Gue butuh bantuan lo Fen !" kata Tommy. "Hah gue ? Ya Udah !"kata Fendy yang menjadi cadangan yang sekarang ditukar dengan Kodi. Permainanpun terus berlanjut dan score sekarang imbang 20 - 20. Sekarang Bola di pegang Tommy. "FENDY !!!" teriak Tommy. Fendypun mendapatkan bolanya. Dia pun shoot ke arah ring.. dan tercetaklah GOAL ! "Yeahh !!" kata Tommy. Semua mengangkat Tommy ke atas.
Ketika jam 16.45, Tommypun bersiap - siap ke ulang tahun Irwan. Tommy memakai Gel di rambutnya, Memakai Tuxedo dan Sepatu Converse hitam. Dia memakai parfum AXE. "Oh ya ! Gue kan harus ke rumah Clarissa !" kata Tommy yang mengambil hp dan kunci mobilnya. Mobilnyapun melesat kecang menuju rumah Clarissa.
Bel rumah Clarissa dipencet Tommy. "Clarissa !" teriak Tommy. Clarissapun keluar dengan gaun yang sangat cantik. Kacamatanypun tidak dipakai. "Cantik banget si Clarissa" . "Ayo ! Udah mau telat nih !" kata Tommy. Mobilnya melesat kencang ke pesta ulang tahun Irwan. Rumah Irwan cukup besar, sekitar rumah Clarissa. Disana banyak banget kegiatanya. Dari main sampai menari dengan pasangan - pasangan. Tommy berpasangan dengan Clarissa. Tommy yakin ini "best day ever" karena bisa berdansa dengan Clarissa.
Ketika pestanya selesai, Tommypun mengantar Clarissa ke rumahnya. Sesampai dirumah Clarissa.. "Thanks ya Tom !" kata Clarissa. Sebuah ciuman mengenai pipi Tommy. Muka Clarissa dan Tommy memerah. "Oo..Oh ! I-iya !" kata Tommy tegang.

Selesai ! Tunngu chapter 11 ya !

Populer and the Princess - Chapter 9

"Besok kita akan ada tanding melawan Citra Buana !" kata Pak Yunus, pelatih basket. "Tommy !" kata Pak Yunus lagi. "Ya pak !" jawab Tommy. "Karena Glen sedang sakit, kamu yang menggantikan posisi dia menjadi captain !" kata Pak Yunus. "Emm.. baik pak !" jawab Tommy ragu.
Ketika selesai ektrakulikuler selesai..
"Tommy !" sapa seorang cowok. "Ohh.. Irwan ! Kenapa ? By the way, gue jadi captain basket gantiin posisi Glen sementara !" kata Tommy dengan bangga. "S'lamat ya ! Gue mau ajak lo ke pesta ulang tahun gue !" kata Irwan. "Siip ! Gue dateng ! Kalo perlu gue bantuin apa yang perlu dibawa !" kata Tommy yang siap untuk membantu. "Ohh ! Ya udah ! Lo bisa kan undangin ini ?" tanya Tommy. "Emm.. Clarissa boleh ikut gak ?" tanya Tommy. "Terserahlu deh ! Tapi lo usahain jangan buat di marah !" jawab Irwan. "Ulang tahun lo hari apa ?"tanya Tommy. "Hari Minggu !" jawab Irwan. "Ok deh ! Gue mulai invite ya !" kata Tommy. "Ya udah !
Ketika semuanya orang yang ada di kertas udah di ajak..
"Huekk ! Capek banget ! Gue beli minum dolo di kantin ahh !" kata Tommy pada dirinya. "Hah ! Fans gue ! Sial ! mau gak mau gue harus tanda tanganin sama foto deh !" kata Tommy pada dirinya lagi. "Tommy ! Tommy !" suara dari fans - fansnya.
*Chiis ! Cekrek !(suara camera)* "Gila ! Gue kehausan !" kata Tommy. Tiba - tiba Tommy terjatuh dan pingsan. Band Tommy melihat kejadian itu sehingga Tommy di bawa ke klinik sekolah. 1 jam berlalu, akhirnya Tommy terbangun dan melihat perempuan yang dia kenal. "Clarissa ?" tanya Tommy kepada perempuan itu karena matanya masih setengah ketututp. "Iya ! Gue Clarissa ! Lo udah baikan ?"balas Clarissa dengan cemas. "Gue udah gakpapa !" jawab Tommy. Sekarang jam berapa ? Sekolah udah bubar ya ?" tanya Tommy. "Jam 14.05 ! Sekolah udah bubar." jawab Clarissa. "Lo napa nungguin gue ?" tanya Tommy lagi. "Tadi band lo ketemu gue, katanya suruh jagain lo soalnya mereka mau ada urusan." jawab Clarissa.
"Kalo ada band lo gue juga gak bakal tungguin lo !" balas Clarissa. "Ya udah pulang yuk ! Gue anterin ! Kan sekarang hujan"kata Tommy mengajak Clarissa. "Ya..ya udah !" kata Clarissa. Mukanya memerah. Mobil Tommy sedikit jauh jadi harus berlari menuju ke mobilnya. "Sini ! Deketan !" kata Tommy yang menutupi kepala dia dan Clarissa. Mereka pun berlari dengan cepat. "Yah ! Sepatu gue basah !" kata Clarissa. "Sepatu doang ! Dari pada semuanya basah !" jawab Tommy yang sedang menyalakan mobilnya.
Saat diperjalanan menuju rumah Clarissa, Clarissa memandangi muka Tommy terus. "Kyaa ! Tommy ganteng banget !" kata Clarissa pada dirinya. "Lo napa mandangin gue mulu sih ! Kayak gak ada... Ohhh ! Lo suka sama gue ya !"kata Tommy gr. "Idih ! Muka jelek gitu !" jawab Clarissa bohong. "Abis ! Lo dari tadi liatin gue mulu !" balas Tommy. Muka Clarissa memerah. "Tuh kan ! Muka lo merah !"kata Tommy. "Muka gue marah karena gue marah !" jawab Clarissa berbohong. "Terserah lo deh ! Cewek cerewet !" kata Tommy. "Hah ? Lo kali yang cerewet !" balas Clarissa. 1 jam lewat, Clarissapun tertidur karena kelelahan berantem dengan Tommy.
Ketika sampai di depan rumah Clarissa, Tommy membangunkan Clarissa.
"Clar ! Bangun ! Udah sampe !" kata Tommy. Mata Clarissapun terbuka. "Udah sampe ya !" kata Clarissa. "By the way, thanks ya Tom !" kata Clarissa. "Iya ! Oh ya ! Minggu ini lo gak kemana - mana kan ?" tanya Tommy. "Enggak ! Emang kenapa ?" tanya Clarissa. "Gue ma undang lo ke ulang tahun Irwan !"ajak Tommy. "Oh ya udah ! Tapi lo dateng ke rumah gue dolo ! Gue kan gak tau rumah Irwan dimana !" kata Clarissa. "Siip !" jawab Tommy. "Gue pulang ya Clar !" kata Tommy.

Selesai ! Tunngu chapter 10 ya !

Jumat, 07 Mei 2010

Populer and the Princess - Chapter 8

"Non.. Non Clarissa ! Ada tamu !" kata mbok. "Siapa ? Cewek ato Cowok ?" tanya Clarissa yang masih di kamar atas. "Emm.. Cowok non !" jawab mbok. "Bilang lagi sibuk !" jawab Clarissa. "Maaf den.. non Clarissa lagi sibuk !" kata Mbok pada cowok itu. "Kok dia bisa jawab ?" tanya cowok itu. "Emm... gak tau deh den.."jawab mbok. "Aku boleh kamarnya gak ?" tanya cowok itu. "Terserah den ! Tpi kali kena masalah jangan salahin mbok ya" jawab mbok.
Cowok itu pun mulai naik ke atas. (Tok tok tok..)"Siapa ?" tanya Clarissa. "Oh ini mbok" kata cowok itu yang meniru suara si mbok. "Kok suaranya aneh ya ?" tanya Clarissa dalam hati. "Masuk aja !"kata Clarissa.
Ketika pintu dibuka.. "Heh lo !! Kok lo bisa disini ?" tanya Clarissa yang shock."Nih.. bokap gue suruh kasih ini ke lo !" kata cowok itu yang ternya adalah Tommy. "Aa.. ohh.. thanks !" jawab Clarissa dengan sedikit malu. "Gue balik ya !" kata Tommy. "Iya ! By the way... katanya lo punya banda ya ?" kata Clarissa. "Hmm ? Oh iya ! Bandnya Quick Silver ! Keren kan namanya ?" jawab Tommy. "Keren tapi alay ! Hehe" jawab Clarissa tersenyum. "Gila ! Clarissa kalo senyum cantik banget !!" kata Tommy dalam hati. "Ya udah ya ! Gue pulang !" kata Tommy. " Iya !" jawab Clarissa.

Tunngu Chapter 8 ya ! Thx udh mau baca !

Populer and the Princess - Chapter 7

"Tommy ! Turun !" panggil ayahnya. "Napa yah ?" tanya ayahnya sambil turun tangga. "Nih.. tolong anterin kue ini ke alamat ini !" suruh ayahnya yang memberi sekantong buah - buahan dan selembar kertas. "Oke yah !" jawab Tommy. "Tommy pergi ya !" kata tommy sambil bergegas ke mobilnya untuk pergi ke alamat yang diberi ayahnya.
"Gila ! Ini bner apa gak sih ayah tulisnya ! Udah 11 kali nanya orang ! Terus sekarang gak ada orang untuk ditanya !" bantah Tommy sambil mencari - cari orang sekitar. "Nah untung ada !" kata Tommy sambil menghampiri perempuan itu. "Permisi mbak.. mau tan--" kata tommy yang terputus karena kaget melihat siapa perempuan itu. "Lo kan.. lo kan Clarissa ! Ngapain lo disini ?" tanya Tommy terkaget - kaget. "Justru lo ! Ngapain di sini ? Gue mau pulang !" balas Clarissa. "Gue mau cari alamat ini !" jawab tommy yang memperlihatkan alamat yang mau ditujui. "Oh ini.. ini alamat rumah gue !" kata Clarissa.
"Oh ini alamat rumah lo ! Nih bokap gue nyuruh gue kasih ini buat keluarga lo !" kata Tommy yang memberikan kantong buah itu ke Clarissa. "Heh ! lo nyadar gak si gue bawa banyak barang !?" kata Clarissa. "Enggak ! Jadi lo maunya gimana ?" tanya Tommy. "Yaa.. lo bawa ke rumah gue !" jawab Clarissa. "Ya udah ! Tapi gue gak tau rumah lo dimana ! Jadi lo ikut gue ya pake mobil gue !" ajak Tommy. "Terserah lo lah" jawab Clarissa.
"Wahh.. Rumah lo gede juga ya !" kata Tommy sedikit norak. "Emang rumah lo segede apa ?" tanya Clarissa. "Pastinya lebih gede ! Tapi gak beda jauh dari rumah lo kok !" jawab Tommy. "Ehh.. by the way.. thanks ya ! Udah mau anterin gue sampe ke rumah gue dan kasih buah -buahan buat keluarga gue !" kata Clarissa yang turun dari mobil Tommy. "Gue bantuin bawain sampe ke rumah lo ! Mau gak ?" tanya Tommy. "Ya udah !" jawab Clarissa. "Gue pulang dolo ya !" kata Tommy yang berjalan ke mobilnya. "Iya !" jawab Clarissa yang tidak menoleh ke arah Tommy.

The End of Chapter 7 ! Thx udah mau baca !

Kamis, 06 Mei 2010

Populer and the Princess - Chapter 6

"Woi Wan !" Sapa Tommy dari belakang. "Ohh.. Tommy ! Lo mau ke mana ?" tanya Irwan. "Emm... gak ke mana - mana ! Cuma jalan - jalan ! Biasalah ! Di rumah bosenin !" jawab Tommy. " Emm.. by the way... emm.. si.. Clarissa itu... kyk gimana ?" tanya tommy sedikit gugup. "Hah ? Dia ? Dia itu kayak nenek sihir ! Gue sih gak bakal ngomong sama dia ! Malahan kalo gue ketemu dia, gue usahain untuk gak ketemu !" jawab Irwan. "Masa sampe segitunya sih ?" tanya Tommy. "Eaa ! Lo suka dia ya !?" tanya Irwan yang mau ketawa. Tommy belum menjawab. "Gue udah bilang ya ! Jangan sampe kena semprot !" kata Irwan. "Ya... terserahlah !" jawab Tommy. "Gue ke bagian Gramed ya !" kata Tommy. "Oh ya udah ! Daa !" kata Irwan.
Ketika Tommy mencari suatu buku di Gramedia...
"Mana ya ! Konan volume 41 ?" tanya pada dirinya sambil mencari buku itu. " Mana ya ?" kata perempuan itu yang ada di sebelahnya Tommy. "Nah Ini dia !" kata Tommy. "Akhirnya dapet juga ! Untung masih ada satu" kata perempuan itu. Tidak sengaja, Tommy dan perempuan itu mengambil buku yang sama. "Ehh ini gue duluan yang ambil !" kata perempuan itu. "Lo kan.. Clarissa ?" tanya Tommy yang masih rebutan dengan Clarissa. "Hah ! Lo lagi ! Gue males berdebat dengan lo ! Mending Lo kasih ini ke gw !" kata Clarissa yang mulai marah.
"Ya udah lah !" kata Tommy. "Ladies First !" kata Tommy sambil bersenyum. "Heh ! Lo ngeremehin cewek ? Lo dipukul aja kabur !" kata Clarissa dengan sedikit sombong. "Yee.. jangan marah !" kata Tommy yang mulai ketawa. "Lo tuh !" jawab Clarissa marah sekali. Clarissa mengambil komik itu dari genggaman Tommy dan berjalan ke bagian kasir. "Emm.. kalo dibilang ya.. Tommy lumayan ganteng si.. Ahh buat apa coba mikirin orang yang buat gue kesel !" kata Clarissa dalam hatinya.

Wahh.. Gimana ya si Tommy dan Clarissa ? Apa mereka saling suka ? Nahh Tunngu ya chapter 7nya ! Thx da mau baca !

Rabu, 05 Mei 2010

You Rock My World




Oooh Oh, oh Hoooh


My life will never be the same


Cause girl you came and changed


The way I walk, the way I talkI cannot explain


These things I feel for youBut girl you know it's true


Stay with me, fulfill my dreams


And I'll be all you need


Ooh it feels so right, girlI've searched for the perfect love all my life(All My Life)


Ooh feels likeI have finally found a perfect love this time I have finally found, Come on girl


You rocked my world, you know you did


And everything I own I give


The rarest love, who'd think I'd find


Someone like you to call mine


You rocked my world, you know you did


And everything I own I give


The rarest love, who'd think I'd find


Someone like you to call mine In time,


I knew that love would bring


Such happiness to me


I tried to keep my sanity


I've waited patiently


And girl you know it seems


My life is so complete


A love that's true, because of you


Keep doing what you do


Ooh think that I (girl)Finally find the perfect love I search for all my lifeSearch for all my life


Ooh who'd think I'd findSuch a perfect love that's awesomely so right Oooh, girl


You rocked my world, you know you did


And everything I own I give


The rarest love, who'd think I'd find


Someone like you to call mine


You rocked my world, you know you did


And everything I own I give


The rarest love, who'd think I'd find


Someone like you to call mine


You rocked my world, you know you did


And everything I own I give


The rarest love, who'd think I'd find


Someone like you to call mine


You rocked my world, you know you did


And everything I own I give


The rarest love, who'd think I'd find


Someone like you to call mine


And girl, I know that this is loveI feel the magic all in the air


And girl, I'll never get enough


That's why I always have to have you here Hoooh!


You rocked my world, you know you did


And everything I own I give


The rarest love, who'd think I'd find


Someone like you to call mine


You rocked my world, you know you did


And everything I own I give


The rarest love, who'd think I'd find


Someone like you to call mine


You rocked my world, you know you did


And everything I own I give


The rarest love, who'd think I'd find


Someone like you to call mine


You rocked my world, you know you did


And everything I own I give


The rarest love, who'd think I'd find


Someone like you to call mine


You rock my world!(You rocked my world, you know you did)


The way you talk to me,The way you lovin’ meThe way you.. you give it to me!(You rocked my world, you know you did)


yeah, yeah...Yeaaah! Yeaaah!(You rocked my world, you know you did)You rock my world, you rock my world!You rock my world... (give it to me)


Come on girlYou rocked my world, you know you did (come on girl!)And everything I own I give(baby baby baby)
The rarest love, who'd think I'd findv (its you and me!)
Someone like you to call mine (its you me!)


You rocked my world, you know you did


And everything I own I give


The rarest love, who'd think I'd find


Someone like you to call mine

Populer and the Princess - Chapter 5

Ketika Tommy berjalan ke perpustakaan, dia menemukan perepuan itu lagi. "Hi ! Emm..lo..emm.. Clarissa ya ?" tanya Tommy gugup. "Lo yang waktu di pesta nebrak gue kan ?" tanya Tommy lagi. "Iya ! Gue Clarissa. Sory ya sekali lagi gue gk sengaja. By the way, lo siapa dan mau apa ?" tanya Clarissa yang tidak memandang Tommy.
"Oh.. Gue Tommy. Gue cuma mau nanya doang kok nama lo siapa. Lo lagi kerjain project apa sih ? Perasaan susah banget !" tanya Tommy yang mencoba untuk melihat apa yang dibuat Clarissa. "Heh ! Kalo lo cuma mau ngeliat apa yang gue kerjain mending lo keluar atau baca buku kek !" jawab Clarissa dengan sebal. "Yee.. jangan marah ! Gue cuma tanya kok !" kata Tommy dengan sedikit canda. "Heh lo ! Nyebelin banget sih lo ! Cari ribut aja !" kata Clarissa sambil berdiri yang bersiap untuk mukul Tommy. Akan tetapi, Tommy telah melesat kencang sebelum Clarissa mau memukulnya.
"Gila ! Itu cewek serem banget ! Pertama kali liat cewek marah sama gue ! Waduh ! Fans - fans ngejar gue !!!" kata Tommy pada dirinya sendiri yang siap untuk kabur dari fansnya.
Ketika sudah tidak terlihat lagi fansnya, Tommy bertemu dengan Irwan.
"Nah akhirnya ! Gue ketemu sama lo ! Gue kemaren lupa bilang kalo dia itu galak ! Tahun lalu sih dia enggak terlalu galak, tapi gak tau kenapa tahun ini dia itu galaknya bukan main. Pokoknya jangan sampe kena semprotnya !" kata Irwan memberitahu kepada Tommy.
"Ohh.. pantesan tadi dia ngomong sama gue judes banget sama gue ! Ini pertama kalinya gue dia marahin sama cewek di sekolah." jawab Tommy sambil kelelahan.
"Oi udah yuk ! Udah mau bel ! Masuk kelas !" kata Irwan yang menangkat Tommy dari duduknya.

Wahhh... gimana ya perasaan si Tommy ke Clarissa ? Dan juga gimana perasaan Clarissa kepada Tommy ? besok kalo sempet aku buat chapter 6 !! Thx udah mau baca !!!

Senin, 03 Mei 2010

Populer and the Princess - Chapter 4

"Hahh, akhirnya duduk juga ! Enggak duduk semalaman ! Tadi cewek itu siapa ya ?" tanya tommy yang kepada dirinya sambil duduk di sofa rumahnya.
Keesokanya saat ngeband..
"Oi Tommy ! Kok salah mulu sih !?" tanya Bobby kepada Tommy dengan kesal. "Ya udah deh ! Break 5 menit !" suruh Glen. "Oi Tom, lo kok gak kayak biasanya ?" tanya Bobby sedikit lembut. Tommy melamun sehingga seolah - olah tidak ada yang terjadi.
"TOM !!!" teriak Bobby dengan kesal. "Hah ? Napa ? Sorry Bob !" jawab Tommy. Bobby menarik napas yang panjang." Lo kenapa ? kok gak kayak biasanya ?" tanya bobby mengulangi kalimatnya. " Gini lho ! Kemaren gue ketabrak cewe. Cewe ini beda dari cewe yang lain ! Kalo yang lain kecentilan dan histeris, yang ini... cuek abis !" Tommy menjelaskan. "Hah ? Gitu doang lo bisa salah - salah note sama ngelamun terus ?" tanya Glen. "Kita belajar lagi abis itu boleh makan malem di cafe favorit kita oke gw teraktir !" Andy berkata." Janji ya lo !" Glen bersiap 2x untuk belajar yang giat karena sudah kelaparan.
Setelah pulang dari cafe ke rumah masing - masing. "Kok gue ngerasa aneh banget ya sejak ketemu sama perempuan itu ?" tanya Tommy pada dirinya. " Ah bodolah ! Ngapain coba mikirin orang yang gak kenal ?"
Keesokanya saat di sekolah...
"Loh ! Lo kan yang nabrak gw di pesta 2 hari yang lalu kan ?" tanya Tommy. " Oh. Sorry ya sekali lagi !" kata perempuan itu. " Maap ya aku gk bisa ngomong banyak ! Aku lagi sibuk !" kata perempuan itu sambil berjalan cepat ke ruang osis. " Dia masuk osis ? Hebat juga" kata tommy dalam hati. " Oh ya ! Namamu siapa ?" tanya Tommy. Tapi pertanyaan itu sudah tidak didengar oleh perempuan itu.
Ketika di kelas.. "Oi Tom ! Perasaan lo melamun mulu. Lo kenapa ?" tanya Irwan. "Hmm ? Oh.. gw ketabrak sama cewe di pesta 2 hari yang lalu. Cewek ini cuek banget. Dia gak kayak cewe - cewe yang lainya, kecentilan. Tadi gue ketemu sama dia lagi. Dia jadi bendahara. "Ciri - cirinya kayak gimana ?" tanya Irwan. "Emm.. gk pke aksesoris terlalu banyak, lumayan tinggi, rambutnya gk terlalu panjang." kata Tommy sambil mengingat - ingat. "Clarissa ?" tanya Irwan dengan tidak pasti. " Namanya Clarissa ?" tanya tommy meyakinkan perkataan Irwan. "Iya !" kata Irwan dengan pasti untuk kali ini.