Rabu, 03 November 2010

Cinta Sejati - Chapter 5

"AWWWW.."teriak Justin. Hari ini dia lagi di rumah, ya jelas lah, namanya juga hari libur. Minggu gitu. Biasalah, cowok tajir dan keren ini emang gila main gitar, jadi di kamar maen, gitar + nyanyi. 1 rumah bisa kedengeran dia main gitar. Udah gitar elektrik, harganya sekitar Rp.1.000.000,00 ! Poster - poster Slash (Pemain gitar elektrik legendaris) di kamarnya juga banyak. "Den, ada den Reynard di bawah." ketuk pak Ibnu dari luar kamar Justin. Pak Ibnu, sebenarnya supir sekaligus orang kepercayaan di rumah Justin. Tapi karena rumahnya seperti itu, bisa di bilang dia sebagai "pembantu". Gimana enggak, pintu rumah ada yang ngetuk, gak mau di buka sama Justin. Lebih tepatnya untuk Justin pemalas.
(Back to the Story..) Justin langsung stop main gitar, dan bergegas turun dari kamarnya yang terletak di atas. "Hey rey ! Whazzup ?" tanya Justin sambil ber hi-five dengan Reynard. Justin langsung tersadar. Dalam hati kecilnya bertanya"Kok dia bisa tau rumah gue ?". "Yap, gue tau dari Ken" jawab Reynard menebak apa yang Justin pikirkan. Kontan Justin menjawab "OHHHHH... lho !? Gak salah liat nih ? kok ada....." belum sempat bertanya Reynard langsung menjawab "Iya, ada Sandra. Dia pacar gue" jawab Reynard senyum. "Gue baru tembak dia kemaren Sore. Tau gak, lucunya, dia waktu itu juga mau nembak gue, tapi ya gitu, malu... jadi gue duluan yang nembak. Haha.." kata Reynard bertubi - tubi. Justin langsung bengong. Serius, gak ada yang lucu. Mau gak mau ya jawab "Ohhhh..." kata Justin ramah. "Yaudah, lu mau ke sini tetep di situ apa masuk ? Sandra ! Masuk aja ! Masa diem di mobil ?" kata Justin kepasa Reynard dan Sandra yang belum apa - apa kebosenan di mobil. Cepet - cepet dia keluar dan langsung rentangan tangan dan kaki karena pegel.
"Kalian mau minum apa ?" tanya Justin. "Emm... Gue air putih aja, but cold" jawab Reynard. "Elo ?" "Gue teh aja, but cold too" jawab Sandra. Langsung Justin nengok ke Reynarddan liat ke Sandra sambil senyam - senyum yang artinya "Cieeee" karena, dua - duanya minta dingin pke acara bahasa inggrs lah. Napa gak sekalian bilang Sweet Ice tea dan Cold mineral water ? Hahaha. "Panas ya lu ? kok senyum - senyum sendiri ?" kata Reynard seraya memegang dahi Justin. Langsung Justin lepasin agak keras, sehingga tanganya membentur peganggan yang ada di tangga. "Eh sori - sori, gak sengaja. Waduhhh.. tangan lu... merah kayak yang adadi Tom & Jerry. Eh iya - iya, gue ambil dulu perbanya and obatnya... Tunggu di kamar gue aja" kata Justin yang langsung turun dari tangga, bisa di bilang lompat dari tangga (ya iyalah, dari step ke 10, langsung lompat ke bawah.. gila kan) dan segera mengambil kotak obat.

Thx dah mau baca. Maap banget ya udah nunggu lamaaa.. banget. Wait for the next chapter !

1 komentar: