Senin, 24 Mei 2010

Populer and the Princess - Chapter 16

Clarissa dan Lisha memang temen yang dekat. Mereka dikenal orang sebagai orang yang suka bikin orang KB (kalah bacot). Ketika Clarissa dan Tommy jalan - jalan di mall, mereka bertemu Lisha.
"Hi lisha !" kata Clarissa yang langsung menghampiri Lisha dan memeluknya. "Clar - Clar ! Kayak gak pernah ketemu aja ! Sampe harus pelukan !" kata Lisha tersenyum. Tommy hanya tertawa. "Heh lo !" kata Lisha. "Apaan sih ?" kata Tommy. "Lo ngejek guekan ?" tanya Lisha. "Dih ! Ngapain coba gue ngejek lo ! Gr banget sih !" kata Tommy. " Udah dong ! Jangan berantem !" kata Clarissa. "Bener juga ya Clar ! Ngapain coba gue berantem sama cowok yang beraninya sama cewek !" kata Lisha buang muka. Tommypun juga ikut buang muka. "Saling minta maaf dong !" kata Clarissa yang menjadi peace maker. Tommy dan Lisha mengulurkan tangannya sedikit demi sedikit. Akhirnya mereka saling minta maaf. "Maap" kata Lisha. "Gue juga maap" kata Tommy. "Gitu dong ! Itu baru pacarku and temanku !" kata Clarissa senang. "Hah ? Lo pacaran sama orang banci ?" kata Lisha shock. "Ehh ! Jangan ngomong gitu dong ! Tadi kan udah minta maaf !" kata Clarissa yang mulai ketawa.
Akhirnya mereka makan di bengawan solo. Setelah itu Tommy dan Clarissa pisah dengan Lisha. Lisha pergi ke Gramedia, sedangkan Tommy menemani Clarissa ke naughty plus. "Tom, kamu pilih yang mana ?'" kata Clarissa memperlihatkan dua pasang gantungan hp. "Yang cowok sama cewek itu !" kata Tommy. "Aku udah yakin kamu pasti pilih yang ini !" kata Clarissa yang menuju ke kasir. "Oke ! Aku ambil yang cowok, kamu ambil yang cewek ! Jadi kita bisa saling inget kalo ada gantungan itu !" kata Clarissa. Mereka akhirnya pulang.
Ketika Tommy sedang dalam perjalanan untuk nge-band, Tommy melihat Lisha sedang main basket di suatu rumah. "Lho ! Itu kan Lisha ! Aha ! Gue kerjain ahh !" kata Tommy yang sambil mematikan mobilnya. *Duk* sebuah lemparan batu mengenai kaki kiri Lisha. "Auu ! Sakit ! Heh, pengecut ! Beraninya sama cewek !" kata Lisha yang sudah yakin kalau cowok yang melempar batunya. Suara tawa terdengar, dan tiba - tiba Tommy menunjukan diri. "Hahaha ! Tuh balesan buat pukulan lo !" kata Tommy. "Lo tuh rese banget sih !" kata Lisha kesel. "Abisnya.. jailin lo seru banget ! Hahaha.."kata Tommy yang masih tertawa. "Iihhh !" kata Lisha kesel. Ini baru pertama kalinya Lisha KB. "KB niehh ! Haha" kata Tommy. Muka Lisha mulai marah. "Yee.. jangan marah !" kata Tommy. Lisha mulai mendekat ke Tommy. Tommy pun segera masuk ke mobil dan pergi. "Woo ! Sama cewek aja takut ! Apa lagi sama Waria ! Hahaha" kata Lisha tertawa.
Akhirnya libur kenaikan kelas ! Di hari terakhir, banyak siswa dan siswi pergi ke gym untuk melihat pertunjukan Basket antara sekolah Tommy dengan sekolah Mars Harapan. Tidak ketinggalan pertandingan basket perempuan. Tommy kali ini tidak ikut, karena sehari sebelum tanding, Tommy cedera tangan. Tommy akhirnya diganti oleh Glen. Tidak terasa, score sekarang sekolah Tommy dan sekolah Mars Harapan 40 - 45. Mars Harapan memang rival basket sekolah Tommy. Sekolah Mars Harapan dan Sekolah Tommy selalu bergantian menang. *Prriittt* suara peluit dibunyikan. Babak pertama selesai. Setelah 5 menit lewat, babak kedua dimulai. Kody dihadang musuh, Nicholas yang memegang bola, mengoper ke arah Glen. Nicholas da Glen melakukan operan zic -zac. Operan terahkir di pegang oleh Nicholas. Nicholas melakukan 3 - points. Score ! Sekarang musuh memegang bolanya. Tapi tiba- tiba di ambil oleh Glen dengan mudah. Musuh - musuh dilewati oleh Glen dengan gampang, tapi yang terakhir bolanya diambil oleh musuh yang berbadan besar. Dia dijuluki sebagai benteng ring. Orang itu melempar keras ke bagian ring sekolah Tommy. Musuh yang ada di dekat ring melakukan dunk tapi di ambil oleh Fendy. Fendypun mengoper ke Reza. Reza sudah hampir dekat ke ring musuh, tapi dihadang oleh si benteng ring. Dia pun mengoper Nicholas lewat bawah si benteng ring. Waktu pun tinggal 8 detik. Nicholas langsung melakukan 3 - points lagi. *4, 3, 2, 1* SCORE !! *0* Sekolah Tommy akhirnya menang lagi. Tommypun berjalan terpincang - pincang menghampiri Glen dan melakukan Hi - 5 !

Selesai ! Tunggu chapter 17 ya !

2 komentar: