Sebelum penguburan, Clarissa di doakan di gereja. Tommy duduk di paling belakang, tidak mau melakukan apapun selain menyesali dirinya. "Gue napa sih ! Gue selalu egois ! Bahkan gue pernah sakitin hati Clarissa ! Gue emang cowok gak guna !" teriak Tommy di dalam hatinya. Mama Clarissa menghampiri Tommy dengan tangisan. Dia duduk di sebelah Tommy. Sejenak mereka tidak bicara, tapi beberapa menit kemudian mereka mulai berbicara. "Dulu Clarissa suka banget jalan - jalan... apa lagi kalo pergi ke SMS sama orang yang dia sayangi ! Pada suatu hari, Clarissa batuk - batuk tanpa henti.. tante sudah mengajak dia ke rumah sakit tapi dia gak mau ngerepotin tante... Tante mangkanya sayang banget sama Clarissa.. tapi pada suatu hari jabatan saya diangkat jadi direktur, saya jadi orang yang mata duitan dan lupa sama sayang tante ke Clarissa" kata mama clarissa bercerita panjang lebar. "Tante, apakah Clarissa suka warna putih ?" tanya Tommy. "Tidak sama sekali ! Itu sebenarnya yang suka warna putih itu tante... sejak tante pergi ke luar negeri, dia mencoba untuk menyukai warna itu sehingga dia merasakan kehadiran tante di dekatnya" jawab mama Clarissa.
Akhirnya Tommy kembali ke rumahnya. Di perjalanan pulang, dia melihat Lisha yang sedang berjalan . "Heh ! Monyet !" teriak Tommy. "Apaan sih lo ! Setiap hari ribut aja !" balas Lisha. "Hehehe.. lo ngapain jalan ?" tanya Tommy. "Mau pulang ! Lo ?" tanya Lisha. "Pulang juga ! Mau gue ater gak ?" tanya Tommy. "Ogah gue pulang dianter sama orang idiot kayak lo !" jawab Lisha mentah - mentah. "Ya udah ! Terserah lo ! Di mobil dingin, gak bakalan capek, nyampe ketempat tujuan gak ada keringet lho !" goda Tommy. "Ya udahlah ! Terserah lo !" jawab Lisha pasrah. "Tuh kan ! Semua orang kalo di goda gue pasti nurut ! Hahaha.." kata Tommy dengan rasa bangga.
Akhirnya, mereka sampai di rumah Lisha. "Ini rumah lo ? Gila gede banget ! Jauh lebih gede dari rumah gue ! Penjaganya aja ketat banget !" kata Tommy terkagum - kagum. "Iy dong ! Bokap gue kan Professor terkenal !" kata Lisha menyombongkan diri. "Ohh... ya udah sana ! Mau keluar atau gak ?" tanya Tommy yang seperti terburu - buru. "Keluar lah ! Gue lagian udah gak tahan sama mobil sumpek kayak punya lo !" bales Lisha. Lishapun keluar dari mobil Tommy. "Gue pulang dolo !" jawab Tommy. Tommy selalu tidak lupa dengan sopannya. "Hah ! Sok alim !" kata Lisha. "Bukannya gitu... gue udah biasa kayak gitu ! Mau siapapun ! Binantang aja juga !" bales Tommy. "Woww.. ramah juga nih orang.. dihh.. kok gue jadi mikirin dia ya ! Orang idiot kayak gitu dipikirin ! Hii" kata Lisha dalam hatinya.Akhirnya Tommy pulang ke rumahnya.
Selesai ! Thx udh mau baca ! Tunggu chap 19 ya !
lisha suka sm Tommy?
BalasHapus