Justin merupakan anak pengusaha. Justin baru pindah ke sekolah SMA16.
"Anak - anak, hari ini ada siswa baru ! Namanya adalah Justin !" kata pak jojon memberi tahu siswa di kelas.
"Justin, ada yang mau di sampaikan ?" tanya pak Jojon.
"Tidak !"
"Tidak ada ? Tidak mau menjelaskan hobimu dan sebagainya ?"
"Tidak !" kata Justin dengan tatapan bosan.
"Ya sudah, kamu boleh duduk" kata pak Jojon pasrah.
Seharian itu, Justin merasa bosan sehingga dia mencoba kabur dari sekolah tapi, tertangkap oleh satpam pak Wawan.
"Hayo, mau pergi ke mana !" kata pak Wawan seraya mengagetkan Justin. "Mau kabur" jawab Justin santai. Pak Wawanpun heran. "Kasih tau aja ke kepala sekolah ! lebih cepat, lebih baik" "Kamu anak baru itu kan ?" tanya pak Wawan. "Iya" "Untung kamu anak baru, jadi bapak tidak akan beri tau ke kepala sekolah ! Balik ke kelasmu sekarang juga" kata pak Wawan yang menunjuk ke kelas yang tetap memandang tegas ke Justin. "Kalo saya gak mau ?" "Harus" kata pak Wawan seraya memegang Justin ke kelas.
"Misi pak !" kata pak Wawan sopan. "Ohh.. pak Wawan.. ada apa ?" tanya pak Alvis, guru matematika yang tampan, berumur sekitar 20 - 25. "Ini pak, ada yang ketiduran di kantin" katanya bohong. Satu kelas pun tertawa. "Justin, kamu mau kabur ya ?" tanya pak Alvis serius. "Iya" "Apa itu baik ?" Justin tidak menjawab. "Karena kamu anak baru, saya tidak akan melaporkan ke kepala sekolah" Justin melepaskan tangannya dari pegangan pak Wawan, dan kembali duduk dengan bosan.
Ketika bel istirahat, Justin ke kantin untuk merokok, karena di situ cuma satu - satunya tempat unutk merokok. "Mbok ! Minta jus jeruknya satu gak pake lama !" teriak Justin. 5 meint kemudian, mbok yang setengah baya, datang cepat - cepat sambil membawa jus jeruk itu. "Mbok, kan saya bilang gak pake lama ! Gimana sih !" "Maaf den ! Mbok gak akan ulangin lagi" kata mbok itu seraya menundukan kepala. Bego banget sih ni orang ! Aha ! Ganti ruginya gak bayar ahhh... kata Justin dalam hatinya. "Sebagai gantinya, gak bayar !" kata Justin keluar dari kantin tanpa meminum sedikitpun dari jus jeruk itu.
Ketika sedang nongkrong, dia mengeluarkan sebuah batang rokok lagi.
"Hai" kata seorang cewek. "Hai" bales Justin. Enggak salah lagi, tipe cewek teladan Kata Justin dalam hatinya. Untuk beberapa saat, cewek itu menatap Justin. "Ngapain lo liat - liat gue ? Ada masalah ?" tanya Justin kasar. "Enggak kok ! Cuma rokok gak boleh aja !" "Napa ? Gak seneng lo ?" "Yee... jangan marah" kata cewek itu sedikit menggoda. "Kenalin, aku Sandra" kata perempuan itu sopan. "Justin" kata Justin malas. "Udah sana ! Gue males ada orang yang ngeliatin gue mulu"
Chapter 1 selesai ! Thx udh mau baca !
lanjutin! lanjutin! *g sbr* hehe :p
BalasHapus